JAKARTA, KOMPAS.TV - Mantan Menteri Luar Negeri (Menlu) Noer Hassan Wirajuda menyatakan Presiden Prabowo Subianto akan mengevaluasi partisipasi Indonesia dalam Dewan Perdamaian atau Board of Peace (BoP) bentukan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump.
Hal tersebut disampaikan Hassan usai mengikuti diskusi bersama Prabowo di Istana Merdeka, Selasa (3/3/2026) malam.
Dia menyebut pertemuan tersebut membahas dampak eskalasi serangan Amerika Serikat (AS) dan Israel ke Iran terhadap BoP.
Menlu RI periode 2001-2009 tersebut menyatakan, Prabowo telah mengungkapkan kesiapan evaluasi mengingat dinamika situasi di lapangan yang terus berkembang.
Baca Juga: Spanyol Tolak AS Gunakan Pangkalan Militer untuk Serang Iran, Tak Gentar Ancaman Embargo Trump
Pemerintah disebutnya akan memertimbangkan sejumlah aspek terkait Board of Peace, di antaranya komitmen pendanaan serta pengiriman pasukan Indonesia yang selama ini disebut sebagai salah satu yang terbesar dalam misi tersebut.
"Keputusan kan belum. Pasti beliau akan mengevaluasi dan mengambil keputusan yang tepat pada waktunya," kata Hassan di Istana Merdeka, Selasa malam.
Dia menyatakan Prabowo tetap membuka opsi keluar dari BoP jika misinya dinilai tidak sejalan dengan tujuan awal atau peluang keberhasilan semakin kecil.
Menurutnya, Prabowo menyampaikan Indonesia berhak keluar BoP jika visi-misinya tidak lagi sesuai Undang-Undang Dasar 1945. Serangan AS-Israel ke Iran pun disebut berpotensi melemahkan peluang keberhasilan Board of Peace.
Penulis : Ikhsan Abdul Hakim Editor : Edy-A.-Putra
Sumber : Antara
- board of peace
- hassan wirajuda
- prabowo subianto
- prabowo evaluasi bop
- BoP
- serangan AS Israel ke Iran





