Konflik Timur Tengah Tekan Rupiah Melemah Mendekati Rp 17.000

republika.co.id
4 jam lalu
Cover Berita

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS melanjutkan tren pelemahan di tengah bergulirnya konflik geopolitik di Timur Tengah. Diprediksi, Mata Uang Garuda masih akan lesu dan mendekati level Rp 17.000 per dolar AS.

Mengutip Bloomberg, rupiah ditutup melemah 20 poin atau 0,12 persen menuju level Rp 16.892 per dolar AS pada penutupan perdagangan Rabu (4/3/2026). Pada perdagangan sebelumnya, rupiah berada di posisi Rp 16.872 per dolar AS.

Baca Juga
  • Antisipasi Gejolak Timur Tengah, BI  Pasang ‘Kuda-Kuda’ Jaga Stabilitas Rupiah
  • Perang Iran-Israel Tekan Kurs Rupiah, Bisa Tembus Rp17 Ribu per Dolar AS?
  • Peran Iran vs AS-Israel Ancam Harga Minyak dan Rupiah, Pemerintah Diminta Siaga

Pengamat mata uang dan komoditas Ibrahim Assuaibi menerangkan, faktor tingginya tensi geopolitik di Timur Tengah menjadi sentimen eksternal yang membuat rupiah tertekan.

“Para pedagang mempertimbangkan risiko pasokan di tengah konflik Timur Tengah yang meluas, dimulai pada akhir pekan ketika pasukan AS dan Israel melancarkan serangan terkoordinasi terhadap militer Iran yang menewaskan Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei,” kata Ibrahim dalam keterangannya, Rabu (4/3/2026).

.rec-desc {padding: 7px !important;}

Ibrahim menuturkan, situasi terus memburuk ketika pasukan Israel dan AS melakukan serangan tambahan terhadap fasilitas yang terkait dengan Iran pada Selasa. Iran menanggapi dengan meningkatkan pengerahan militer di Teluk dan mengeluarkan peringatan kepada operator pelayaran global.

Teheran juga menargetkan kapal tanker minyak yang melintasi Selat Hormuz, jalur air sempit yang menangani sekitar seperlima pengiriman minyak global. Otoritas Iran bersumpah akan menyerang kapal apa pun yang melewati selat tersebut.

“Ancaman terhadap Hormuz, jalur penting untuk ekspor minyak mentah dari produsen utama termasuk Arab Saudi, Irak, dan Uni Emirat Arab, telah menyuntikkan premi risiko geopolitik yang signifikan ke dalam harga minyak. Mereka mencatat laporan yang mengatakan Irak telah mulai menghentikan produksi di ladang Rumaila, ladang terbesar di negara itu, dan di West Qurna 2, dengan 1,2 juta barel per hari dihentikan produksinya,” terangnya.

Adapun Presiden AS Donald Trump mengatakan Angkatan Laut AS akan menyediakan pengawalan untuk kapal komersial jika perlu dan menjanjikan dukungan pemerintah untuk menjamin jalur pelayaran yang aman. Meskipun eskalasi militer telah menopang harga, tanda-tanda upaya internasional untuk mengamankan jalur pelayaran dapat meredam kenaikan lebih lanjut dalam waktu dekat.

Loading...
.img-follow{width: 22px !important;margin-right: 5px;margin-top: 1px;margin-left: 7px;margin-bottom:4px}
Ikuti Whatsapp Channel Republika
.img-follow {width: 36px !important;margin-right: 5px;margin-top: -10px;margin-left: -18px;margin-bottom: 4px;float: left;} .wa-channel{background: #03e677;color: #FFF !important;height: 35px;display: block;width: 59%;padding-left: 5px;border-radius: 3px;margin: 0 auto;padding-top: 9px;font-weight: bold;font-size: 1.2em;}
Advertisement

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Keseruan Ngabubulight di M Bloc Space Jakarta oleh Light+ by Wardah
• 21 jam lalubeautynesia.id
thumb
Ini 2 Agenda Pertemuan Prabowo dengan Mantan Presiden di Istana
• 19 jam lalujpnn.com
thumb
Gempa Berkekuatan M 6,1 Guncang Simeulue, Alarm dari Zona Subduksi Sumatera
• 21 jam lalukompas.id
thumb
Menlu Ungkap 15 WNI di Teheran Minta Dievakuasi: Sedang Kami Atur
• 18 jam laludetik.com
thumb
BMKG: Jabodetabek Bakal Dikepung Hujan Lebat dan Angin Kencang Hingga Sore
• 6 jam lalusuara.com
Berhasil disimpan.