Bisnis.com, JAKARTA — Kementerian Pekerjaan Umum (PU) mengonfirmasi bahwa proyek Jalan Tol Gedebage — Tasikmalaya — Cilacap atau Tol Getaci kini memasuki tahap penyiapan baru melalui fasilitas pengembangan proyek Project Development Facilities (PDF).
Direktur Jenderal (Dirjen) Pembiayaan Infrastruktur Kementerian PU, Rachman Arief Dienaputra menjelaskan proses krusial tersebut dijadwalkan mulai dieksekusi pada kuartal II/2026.
Adapun, skema PDF dijalankan dalam rangka memastikan dokumen teknis dan finansial proyek lebih matang sebelum kembali ditawarkan kepada investor. Mengingat, proyek Tol Getaci sempat beberapa kali gagal mendapat investor.
"Untuk rencana proyek jalan tol Gedebage — Tasikmalaya, saat ini sedang dalam tahap penyiapan, di mana penyiapannya dilaksanakan melalui Fasilitas Pengembangan Proyek (PDF) dari Kementerian Keuangan yang ditargetkan dapat dimulai pada triwulan II tahun 2026,” kata Rachman Arief kepada Bisnis, Rabu (4/3/2026).
Dalam pelaksanaannya, Rachman menambahkan, Kementerian Keuangan telah memberikan penugasan khusus kepada PT Sarana Multi Infrastruktur (Persero) atau SMI sebagai pelaksana teknis PDF.
Nantinya, PT SMI bertanggung jawab untuk melakukan tinjauan mendalam terhadap seluruh aspek proyek, mencakup reviu studi kelayakan (feasibility study) serta penyusunan dokumen pendukung lainnya yang dibutuhkan dalam proses lelang.
Baca Juga
- Mau Dilelang Tahun Depan, Tol Getaci Masih dalam Tahap Penyiapan
- Kabar Baik! Proyek Getaci Tol Terpanjang di RI Segera Dibangun 2026
- Daftar 50 PSN Jalan Tol Era Prabowo, Ada Getaci hingga Gilimanuk-Mengwi
Selain itu, fokus utama PT SMI pada proyek KPBU Tol Getaci ini adalah memastikan proyek tol terpanjang di Indonesia ini memiliki struktur yang bankable.
Rachman menuturkan, pendampingan oleh PT SMI akan terus berlanjut hingga proyek mencapai tahap penyelesaian pembiayaan final.
"PT SMI nantinya yang akan melakukan reviu studi kelayakan dan dokumen pendukung serta pendampingan pada tahap transaksi sampai proyek ini terpenuhi pembiayaannya (financial close),” pungkasnya.
Senada, PT Sarana Multi Infrastruktur (Persero) atau SMI menyatakan kesiapannya untuk mendukung pendanaan serta penyiapan proyek Kerja Sama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU) baru pada tahun ini. Fokus perusahaan mencakup berbagai sektor infrastruktur strategis, termasuk pembangunan sejumlah ruas jalan tol nasional.
Direktur Utama PT SMI Reynaldi Hermansjah menjelaskan SMI bakal menjembatani keterlibatan sektor swasta dalam proyek infrastruktur lewat penyediaan fasilitas penyiapan proyek (Project Development Facility/PDF) guna memastikan setiap proyek siap dilelang dan dijalankan secara profesional.
“Salah satu pilar bisnis kita adalah membantu pemerintah dalam proyek-proyek KPBU di mana akan menggandeng sektor swasta, kita menyiapkan project development facility-nya dan itu terbuka untuk proyek apa saja [termasuk jalan tol],” ujar Reynaldi.





