Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan atau Zulhas merespons kenaikan harga cabai yang terjadi menjelang Lebaran 2026. Menurutnya, lonjakan harga komoditas tersebut tak lepas dari faktor musim hujan yang mempengaruhi pasokan di tingkat petani.
“Alhamdulillah cabai mahal, karena musim hujan. Tetapi pak JK (Jusuf Kalla) semalam protes kalau cabai mahal biar saja katanya, petani cabai setahun sekali bisa beli baju baru, begitu,” ujar Zulhas kepada wartawan di Istana Negara, Rabu (4/2).
Harga cabai memang sedang mahal. Contohnya harga cabai rawit merah di Pasar Senen sempat menyentuh Rp 110 ribu per kg dari sebelumnya Rp 80.000 pada Sabtu (28/2).
Berdasarkan Pusat Informasi Harga Pangan Strategis Nasional pada Rabu (4/3), rata-rata harga cabai merah besar Rp 43.050 per kg, cabai merah keriting Rp 44.100 per kg, cabai rawit hijau Rp 52.050 per kg, dan cabai rawit merah Rp 77.600 per kg.
Meski begitu, Zulhas akan terus memantau kondisi harga di pasar secara langsung. Selain soal harga, ketersediaan pasokan juga akan diperiksa.
“Ya saya kan ditugaskan bapak seminggu tiga hari untuk ngecek,” ujar Zulhas.
Zulhas menegaskan fokusnya tidak hanya terkait cabai saja, tetap komoditas dan program Makan Bergizi Gratis akan dicek terus pelaksanaannya.
“Ke lapangan, (mengecek) ketersediaan pangan, MBG, koperasi desa, kampung nelayan, itu ya. Kemudian persiapan menuju produksi padi yang lebih banyak, irigasinya, pupuk, itu yang terakhir itu,” tutur Zulhas.





