FAJAR, BOLIVIA – Tragedi jatuhnya pesawat Hercules di Bolivia menelan korban jiwa sebanyak 24 orang. Insiden maut ini berujung pada aksi penjarahan uang tunai oleh warga setempat.
Total uang yang tumpah di lokasi kejadian mencapai angka Rp1 triliun. Pemerintah kini resmi membatalkan nilai seluruh uang hasil jarahan tersebut.
Kecelakaan tragis menimpa pesawat angkut Hercules C-130 sesaat setelah mendarat di Bandara Internasional El Alto, Bolivia.
Pesawat yang terbang dari Santa Cruz pada Jumat pekan lalu tersebut membawa muatan krusial berupa 17,1 juta lembar uang kertas milik Bank Sentral Bolivia (BCB).
Total nilai uang yang diangkut mencapai 423 juta bolivianos atau setara dengan Rp1 triliun. Bukannya memberikan pertolongan, massa justru berkerumun di lokasi kecelakaan untuk menjarah tumpukan uang yang berserakan.
Kondisi yang tidak kondusif memaksa aparat kepolisian menembakkan gas air mata untuk membubarkan warga.
Rekaman video di lokasi menunjukkan puing-puing pesawat dan kendaraan yang hancur total. Di tengah kepulan gas air mata, para penjarah terlihat melakukan perlawanan terhadap petugas dengan lemparan batu dan penggunaan perisai darurat.
Asosiasi Jurnalis Nasional Bolivia melaporkan bahwa kru berita yang sedang meliput juga menjadi sasaran kekerasan fisik oleh para penjarah.
Berdasarkan laporan resmi pemerintah yang dikutip dari AFP, diperkirakan sekitar 30% dari total uang tunai tersebut telah berhasil dibawa lari oleh warga.
Uang Menjadi Tidak Berharga
Merespons situasi darurat ini, Bank Sentral Bolivia (BCB) pada Rabu (4/3/2026) mengeluarkan kebijakan drastis. Seluruh uang kertas Seri B yang diangkut dalam penerbangan nahas tersebut secara resmi dinyatakan batal dan tidak berlaku lagi.
Status Hukum: Uang hasil jarahan kini dianggap “sampah” dan tidak memiliki nilai tukar.
Larangan Transaksi: Para pedagang telah diinstruksikan untuk menolak uang dengan seri tersebut.
Verifikasi: BCB menyediakan fitur pengecekan mandiri di situs web resmi bagi warga untuk memvalidasi keabsahan uang mereka.
Pesan dari Otoritas Bolivia
Presiden BCB, David Espinoza, meminta masyarakat bersikap kooperatif dan hanya menggunakan uang tunai yang sah secara hukum.
Sementara itu, Menteri Pertahanan Marcelo Salinas menegaskan bahwa penggunaan uang jarahan tersebut merupakan sebuah tindak kriminal.
“Saya tegaskan, uang dari tragedi ini tidak memiliki nilai hukum. Kami juga meminta semua pihak menghentikan aksi vandalisme demi menghormati masa duka yang sedang kami lalui,” pungkas Salinas. (*)





