Fahmy Radhi pengamat ekonomi energi Universitas Gajah Mada (UGM) mengatakan, cadangan bahan bakar minyak (BBM) nasional harus ditambah dan tidak cukup hanya untuk 20 hari saja.
“Di bulan-bulan yang normal barangkali aman. Tetapi di bulan sekarang Ramadan menjelang hari raya itu kebutuhannya pasti akan meningkat,” kata Fahmy kepada suarasurabaya.net, Rabu (4/3/2026).
Menurutnya, Pemerintah perlu meningkatkan cadangan minyak menjadi 30 hari. Mengingat tingginya kebutuhan minyak pada periode mudik 2026.
Terkait pemasok, Fahmy menilai tidak ada masalah terkait konflik Iran dan Amerika Serikat-Israel yang berdampak pada penutupan Selat Hormuz.
“Kalau misalnya tidak dapat dari negara-negara teluk yang lewat Selat Hormuz. masih ada alternatif lain gitu ya. Bahkan Bahlil mengatakan ada kesempatan beli dari Amerika misalnya. Atau yang setiap saat tersedia, ada di pasar spot Singapura,” ujarnya.
Sebelumnya, Bahlil Lahadalia Menteri ESDM mengatakan, cadangan BBM nasional masih cukup untuk 20 hari. Katanya tidak ada masalah terkait subsdi BBM terkait konflik di Timur Tengah.
Menurut Bahlil, stok tidak bisa ditingkatkan lebih jauh karena keterbatasan kapasitas penyimpanan (storage) energi nasional yang hanya bisa menampung 25 hingga 26 hari saja.
Untuk meningkatkan ketahanan energi, Bahlil bakal menambah kapasitas penyimpanan menjadi 90 hari atau tiga bulan.(lea/rid)



