Produser soal Biaya Pelangi Di Mars: Budget Termahal Selama Saya Bikin Film

kumparan.com
8 jam lalu
Cover Berita

Lebaran 2026 nanti, layar bioskop Indonesia akan dimeriahkan salah satu proyek paling ambisius produksi Mahakarya Pictures, film Pelangi Di Mars.

Film bergenre fiksi ilmiah (sci-fi) arahan sutradara Upie Guava ini jadi sorotan bukan hanya karena latar luar angkasa, tetapi juga karena biaya produksinya yang dikabarkan menyentuh angka fantastis.

CEO Mahakarya Pictures, Dendi Reynando, mengakui film ini merupakan proyek dengan pendanaan terbesar yang pernah ia tangani.

"Kami enggak akan bilang (angkanya). Intinya gini, kalau dihitung semua akan mahal banget. Kalau mahal, ya ini budget produksi paling mahal saya memproduseri film," ungkap Dendi Reynando di SCBD, Jakarta Selatan, Kamis (19/2).

Mahalnya biaya produksi Pelangi Di Mars tidak lepas dari penggunaan teknologi pesat guna menciptakan visual planet Mars yang meyakinkan. Narasi film ini sendiri berkisah tentang perjalanan emosional dan eksplorasi manusia di masa depan, yang menuntut kualitas CGI dan VR mumpuni.

"Dan syukurnya kami bikin, jadi dari awal strateginya kami bikin studio, studio juga bisa disewakan. Nah kemudian studio berdiri sendiri sebagai entitas bisnis," jelas Dendi.

Persiapan teknis untuk Pelangi Di Mars ternyata telah dilakukan jauh hari melalui berbagai proyek pendek.

Dendi menyebut, Upie telah melakukan uji coba teknologi yang akan digunakan dalam film lewat pembuatan video klip musik, termasuk karya untuk band NOAH.

Langkah ini diambil guna memastikan transisi teknologi ke layar lebar berjalan sempurna.

"Untuk development dan lain-lain juga berkembang dari proyek yang dilakukan Upie. Dari beberapa video klip yang dia buat, ada video klip NOAH. Itu sebetulnya untuk meng-exercise teknologi. Jadi itu kalau dihitung semua jadi mahal banget," tutur Dendi.

Meski menyadari risiko kerugian besar, Dendi tetap berkomitmen merilis film ini. Baginya, Pelangi Di Mars bentuk dedikasi menaikkan level standar teknis film Indonesia.

"Tapi pada prinsipnya, kami menyiapkan diri bahwa kalaupun rugi-rugi sedikit, kami tetap akan jalan. Nah angkanya berapa kami memang sepakat kita enggak akan sebut," tutup Dendi.

Pelangi Di Mars berlatar tahun 2100, ketika krisis air mengancam Bumi. Pelangi, anak pertama yang lahir di Mars, memulai petualangan bersama robot-robot malfunction yang menjadi sahabatnya untuk menemukan Zeolit Omega.

Namun dalam perjalanannya, Nerotek korporasi raksasa yang menguasai sumber air melakukan segala cara untuk merebut penemuan tersebut.

Di tengah misi tersebut, Pelangi menyajikan petualangan yang sarat pesan tentang keberanian, persahabatan, dan harapan melalui animasi 3D dan teknologi XR.

Film ini dibintangi Messi Gusti, Lutesha, Rio Dewanto, dan Livy Renata, dengan dukungan pengisi suara Kristo Immanuel, Bimoky, Gilang Dirga, Vanya Rivani, serta Dimitri Arditya. Pelangi Di Mars dijadwalkan tayang di seluruh bioskop Indonesia Lebaran 2026.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Tahun Ini Penyimpanan Minyak Kapasitas 3 Bulan Dibangun di Sumatra
• 5 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
Banjir Lahar Hujan di Magelang, Tiga Orang Tewas, Dua Hilang
• 11 jam lalukompas.id
thumb
Safari Subuh Wali Kota Makassar Perkuat Peran Pengurus Masjid dengan Bantuan Ramadan
• 13 jam laluharianfajar
thumb
Megawati Kirim Surat Duka ke Pemerintah Iran atas Wafatnya Ayatullah Khamenei
• 18 jam lalumediaindonesia.com
thumb
UII Kritik Sikap Pemerintah soal Konflik di Kawasan Timur Tengah, BoP dan ART Ikut Disorot
• 17 jam lalurepublika.co.id
Berhasil disimpan.