AMERIKA Serikat dan Israel menyerang Iran, negara-negara di sekitar teluk mendorong diplomasi meredakan ketegangan di kawasan Timur Tengah. Turki merupakan negara yang berbatasan langsung. Para Warga Negara Indonesia atau WNI yang bekerja dan kuliah di Turki diminta waspada meskipun kondisi masih kondusif.
"Di Turki aman Alhamdulillah, tidak ada apa apa. Tidak terdengar apa apa, semua situasi normal," demikian antara lain di katakan Muhammad Jundi Rabbani, mahasiswa asal Aceh yang mengambil program S1 di Sakarya Universiti, Turki, kepada Media Indonesia, Rabu (4/3).
Dikatakan Jundi Rabbani, meski kondisi keamanan di Turki masih kondusif. Namun seluruh WNI termasuk mahasiswa mendapat imbauan dari Kedubes Indonesia di Angkara supaya meningkatkan kewaspadaan.
Baca juga : Kemenlu RI Imbau WNI di Timur Tengah Waspada, Antisipasi Eskalasi Konflik Israel, AS, dan Iran
Imbauan itu disebarkan melalui beberapa group watsapp komunitas WNI dan sosial media. Seluruh perantau Indonesia atau mahasiswa yang belajar di berbagai universitas dan berbagai kota sepaya bersikap hati-hati terhadap kemungkinan tidak di inginkan.
"Cuma imbauan agar lebih berhati hati saja. Sehubungan dengan peningkatan situasi keamanan di kawasan Timur Tengah, seluruh WNI di Turki di imbau untuk meningkatkan kewaspadaan, tetap tenang dan tidak panik. Lalu himbauan agar mengikuti arahan otoritas sempat serta menjalin komunikasi dengan perwakilan RI," tutur remaja asal Kabupaten Pidie anak dari Pasangan Abdullah AR dan Nur Ainun itu.
Mahasiswa smester terakhir jurusan Ilahiyat (keagamaan) yang tinggal di Kota Sakarya itu juga mengatakan, semua warga Indonesia supaya berkoordinasi dengan KBRI Ankara nomor hotline darurat +90 532 135 22 98 atau KJRI Istanbul +90 534 453 56 11. Selain itu mereka juga bisa berkoordinasi dengan Satgas (satuan tugas) Perlindungan WNI di wilayah tempat tinggal masing-masing.
Baca juga : Agresi Israel dan Proxynya, AS, ke Iran telah Menghancurkan Sektor Pariwisata Timur Tengah
"Bagi yang memiliki rencana perjalanan menuju atau melewati kawasan terdampak, agar lebih dulu menghubungi pihak maskapai untuk memperoleh informasi terbaru. Tetap waspada. Keselamatan adalah prioritas utama," jelas pemuda asal Kabupaten Pidie menirukan himbauan itu.
Berdasarkan data yang dihimpun Media Indonesia, mahasiswa Indonesia di Turki berjumlah sekitar 4.000 hingga 8.000 pada tahun akademik 2024/2025. Para mahasiswa berbagai disiplin ilmu itu tersebar di berbagai kota besar dan kota pelajar utama. Antara lain adalah banyak terkonsentrasi di Istanbul, Ankara, Bursa, Sakarya dan Eskisehir. (H-4)




