Bisnis.com, JAKARTA — PT Pelayaran Nasional Indonesia (Persero) atau PT Pelayaran Nasional Indonesia (Persero) (Pelni) menyatakan kesiapan armadanya untuk melayani Angkutan Lebaran 2026, sejalan dengan rampungnya docking dan ramp check seluruh kapal.
Direktur Utama Pelni Tri Andayani menyampaikan, secara umum Pelni menyediakan 55 kapal dengan total kapasitas 56.069 tempat duduk dan total ketersediaan tiket selama masa Angkutan Lebaran 2026 mencapai 751.550 tiket.
“Kami operasionalkan pada angkutan Lebaran tahun ini sebanyak 55 kapal, yang terdiri atas 25 kapal penumpang dan 30 kapal perintis,” ujarnya dalam konferensi pers, Rabu (4/3/2026).
Kapal-kapal tersebut akan menyinggahi 304 pelabuhan di seluruh Indonesia selama periode mudik Lebaran.
Anda, sapaannya, menjelaskan Pelni telah menyiapkan langkah strategis selain kesiapan armada. Salah satunya penyesuaian rute dan jadwal kapal melalui rerouting atau pengaturan ulang rute terhadap 21 kapal penumpang PSO guna mengakomodasi lonjakan penumpang pada ruas tertentu, misalnya Medan—Batam.
Pasalnya, dengan lonjakan penumpang pada masa Lebaran, ketersediaan kapal Pelni terbilang terbatas. Terlebih, KM Umsini masih dalam perbaikan usai mengalami insiden kebakaran di Pelabuhan Makassar pada 2024 lalu.
Baca Juga
- Mudik Lebaran, Penumpang Pelni Baubau Diprediksi Capai 61.233 Orang
- Penumpang Kapal Pelni Makassar saat Mudik Lebaran Diprediksi Melonjak 11%
- Mudik Lebaran Gratis dari PLN Kaltimra, Naik Kapal Pelni ke Surabaya
Pelni juga menambah perbantuan armada sebanyak dua kapal, yakni KM Leuser dan KM Nggapulu. Penambahan frekuensi pelayaran dilakukan dengan dua kapal lainnya, yakni KM Kelud dan KM Dorolonda.
Jumlah penumpang diproyeksikan meningkat 9% dari 588.097 orang pada trayek reguler menjadi 641.025 orang dengan trayek reroute.
Menghadapi lonjakan tersebut, Pelni telah mengajukan dispensasi kapasitas penumpang sebesar 145%—lebih rendah dibanding realisasi 152% tahun lalu—kepada Kementerian Perhubungan. Hal itu dilakukan dengan tetap menyesuaikan alat keselamatan dengan jumlah penumpang.
Selain itu, Pelni melakukan penambahan dan pengaturan dinas awak kapal serta petugas lapangan di seluruh wilayah operasi atau cabang.
Pelni juga menambah personel pengamanan eksternal di atas kapal dan pelabuhan, seiring meningkatnya jumlah penumpang dibanding hari reguler.
Persiapan lainnya meliputi optimalisasi infrastruktur digital dan internet khusus di pelabuhan, pembelian tiket mulai H-30 sebelum puncak musim, serta pembentukan posko dan monitoring, terutama terkait kondisi cuaca bersama Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).
Pelni memprediksi selama masa Angkutan Lebaran 6 Maret hingga 6 April 2026, puncak arus mudik akan terjadi pada 18 Maret 2026 dengan 27.350 penumpang, sedangkan puncak arus balik diperkirakan pada 2 April 2026 dengan 29.958 penumpang.





