JAKARTA, DISWAY.ID-- Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung ingin merekrut pengemis dan pemulung menjadi tenaga Penanganan Prasarana dan Sarana Umum (PPSU) atau pasukan oranye.
Hal ini sebagai upaya menertibkan pengemis dan pemulung di Jakarta yang kini tengah bertransformasi menjadi Kota Global.
BACA JUGA:Janggalnya Kematian Ermanto Usman di Bekasi Penuh Misteri, Keluarga Korban: Dua Mobil Masih Ada
BACA JUGA:Sopir Transjakarta yang Sebabkan Adu Banteng di Jalur Langit Koridor 13 Ditetapkan Jadi Tersangka
Seperti diketahui, pengemis dan pemulung seperti manusia gerobak serta manusia karung kerap membanjir Jakarta menjelang Hari Raya Idul Fitri.
"Kami tentunya ingin bisa semua orang di Jakarta mempunyai kesempatan untuk bekerja," kata Pramono di Balai Kota Jakarta pada Rabu, 4 Maret 2026.
Untuk merealisasikan hal itu, Pramono pun telah mengubah persyaratan mendaftar PPSU dari yang semula minimal lulusan SMA menjadi tamatan SD atau sekedar bisa membaca dan menulis.
BACA JUGA:Genjot Revitalisasi 60 Ribu Sekolah, Pemerintah Siapkan Dana Tambahan Rp89,49 Triliun
BACA JUGA:Kejagung akan Pelajari Putusan MK Soal Pasal Perintangan Penyidikan
Dengan begitu, kesempatan bekerja di Jakarta bukan hanya dimiliki oleh warga terpelajar, tetapi juga yang berpendidikan rendah.
Sebagai kepala daerah, Pramono ingin membuka ruang kerja seadil-adilnya bagi masyarakat.
"Jadi ruang kerja itu harus adil," ujarnya.
Pramono mengeklaim saat ini angka Pemerlu Pelayanan Kesejahteraan Sosial (PPKS) di Jakarta relatif berkurang.
Pasalnya kata Pramono, Satpol PP secara rutin melakukan penertiban rerhadap gelandangan, pengemis, dan pemulung.
BACA JUGA:Kampanye Batasi GGL dan Edukasi Gizi Kunci Cegah Obesitas Masyarakat
BACA JUGA:PPDS UNCEN Pertama di Papua, Perkuat Layanan Kesehatan Daerah
"Kami sudah melakukan penertiban termasuk yang disebut dengan 'manusia gerobak'. Dan Alhamdulillah sekarang ini praktis di jalanan tidak seperti biasanya," ujarnya.
Untuk memaksimalkan petugas lapangan dalam melakukan penertiban, Pramono pun telah melantik 473 pejabat fungsional Satpol PP.
Pramono juga telah memerintahkan Satpol PP untuk tidak ragu memberikan tindakan tegas bagi para pelanggar ketertiban umum.
"Kami akan meminta mereka untuk mengambil tindakan tegas terhadap tindakan para pengemis yang ada di Jakarta. Karena itu tidak mencerminkan sebagai kota global," pungkas poltisi PDI Perjuangan tersebut.





