SEMARANG, KOMPAS.TV - Bencana tanah bergerak kembali terjadi di daerah Provinsi Jawa Tengah. Longsor yang telah berlangsung sejak 2022 kini telah mencapai luas lebih dari 5 hektare terjadi di Dusun Bandungan, Desa Kalongan, Kecamatan Ungaran Timur, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah, Rabu (4/3/2026).
Berdasarkan pantauan udara melalui bantuan drone, seperti dikutip dari video KompasTV, longsoran tanah terlihat membentuk lubang besar dengan ketinggian mencapai 62 meter dan kemiringan hingga 68 derajat.
Akibatnya jalur penghubung antara Kabupaten Semarang dan Kabupaten Demak terputus. Warga yang sebelumnya melintasi Jalan Arjuna kini kini terpaksa memutar arah dengan jarak tambahan hingga 1 kilometer untuk dapat melakukan perjalanan.
Baca Juga: Longsor Semarang Membentuk Lubang Besar dan Semakin Meluas, Warga Khawatir | KOMPAS PAGI
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Semarang, Alexander Gunawan menjelaskan bahwa kondisi tanah di lokasi tersebut memang sudah memiliki kandungan air yang tinggi dengan membentuk semacam tampungan sehingga rawan bergerak. Dengan diiringi curah hujan yang tinggi sejak semalam, tanah menjadi jenuh dan memicu pergerakan serta retakan baru.
"Kalau kajian teknisnya ya dari teman-teman DPU itu ada tampungan lah. Seolah-olah kayak mereka itu membuat satu tampungan sendiri. Jadi terus terus terus. Nah, ketika sudah jenuh pasti dia akan mencari jalan." jelasnya dikutip dari YouTube KompasTV, Rabu (4/3).
Jurnalis KompasTV, Novelia Hasana yang melaporkan langsung dari lapangan menyatakan longsor ini telah terjadi beberapa tahun terakhir, sehingga tidak terjadi secara tiba-tiba. Pergerakan yang awalnya berdampak di area perkebunan kini meluas hampir mendekati permukiman warga seiring berjalannya waktu sebab kondisi kontur tanah yang sudah terkikis, ditambah dengan intensitas hujan yang tinggi mengguyur Kabupaten Semarang.
"Mulai dari kontur tanah keterangan dari SDM Pemprov Jawa Tengah itu bawah dari tanah ini adalah aliran air begitu. Jadi sehingga apabila terjadi hujan bahkan tadi malam itu hujan hujan cukup deras turun di Semarang dan juga Kabupaten Semarang itu memicu terjadinya pergerakan lagi," ungkapnya dikutip dari YouTube KompasTV, Rabu.
Berdasarkan informasi terkini yang didapatkannya, retakan tanah terbarunya kini telah bertambah sekitar 15 meter dan mengarah langsung ke area permukiman. Jarak yang terpaut hanya 15-20 meter menimbulkan kekhawatiran akan potensi longsor dan makin mendekati rumah warga.
"Informasi yang kami dapatkan tadi sempat berbincang dengan warga sini yang terkena dampaknya itu sudah ataupun sudah meletakkan tambahan sekitar 15m yang mengarah ke permukiman warga," tambahnya.
Penulis : Mareta Galuh Ayuningtyas Editor : Gading-Persada
Sumber : Kompas TV
- tanah bergerak
- area permukiman
- intensitas hujan
- longsor semarang
- dusun bandungan
- jawa tengah





