Bisnis.com, JAKARTA – Jenama otomotif asal Jepang, PT Honda Prospect Motor (HPM) mengumumkan keseriusannya dalam menggarap pasar kendaraan elektrifikasi di Indonesia, seiring dengan rencana peluncuran mobil listrik murni (battery electric vehicle/BEV) dan penyegaran dua mobil hybrid pada 2026.
Sales & Marketing and After Sales Director PT Honda Prospect Motor (HPM) Yusak Billy menyampaikan bahwa langkah tersebut sejalan dengan target net zero emission Honda, yakni untuk seluruh lini produknya pada 2040 dan untuk keseluruhan operasional perusahaan pada 2050.
“Elektrifikasi dilakukan bertahap. Fokus sekarang masih di hybrid, dengan dua model hybrid yang akan dilakukan penyegaran [refreshment], dan satu battery electric vehicle pada 2026,” ujar Billy di Jakarta, dikutip Rabu (4/3/2026).
Adapun, Honda memberi sinyal kehadiran mobil listrik berukuran kompak di pasar domestik pada tahun ini. Model tersebut diduga kuat merupakan Honda Super One, yang kerap disebut-sebut sebagai Brio versi listrik untuk Indonesia.
Billy pun membenarkan bahwa kendaraan tersebut telah terdaftar di Samsat dan sudah menjalani uji jalan di Tanah Air. "Jadi, kalau mobil itu sudah diuji coba di Indonesia, tentunya kami punya rencana konkret untuk mobil itu diluncurkan di sini," jelasnya.
Berdasarkan penelusuran pada laman Informasi Nilai Jual Kendaraan Bermotor (NJKB) Provinsi DKI Jakarta, Honda tercatat mendaftarkan kode anyar JG6 A EV ZZE yang mengarah pada model listrik Honda Super One. Dalam dokumen tersebut, nilai jual kendaraan itu tercantum sebesar Rp257 juta.
Baca Juga
- Sinyal 'Brio Listrik' Honda Super One Segera Meluncur di RI Tahun Ini
- Alasan Honda Setop Produksi City Hatchback di Indonesia
- Mobil Sport Hybrid Honda Prelude Ludes Terjual dalam 3 Hari
Meski demikian, angka tersebut bukanlah harga on the road (OTR). Nilai itu belum mencakup komponen pajak seperti Pajak Pertambahan Nilai (PPn), Pajak Kendaraan Bermotor (PKB), Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM), Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB), serta pungutan lainnya.
Sebagai informasi, Honda Super One pertama kali diperkenalkan pada Oktober 2025 dalam ajang Japan Mobility Show. Model ini kemudian kembali dipamerkan di Tokyo Auto Salon dan Singapore Motor Show pada awal 2026 guna memperluas eksposur globalnya.
Dari sisi teknis, Super One dibekali motor listrik bertenaga 95 PS atau setara 70 kW dengan torsi puncak 162 Nm. Honda belum merilis jarak tempuh resmi, namun dengan kemampuan pengisian cepat DC 20%–80% dalam sekitar 30 menit, kapasitas baterainya diperkirakan di kisaran 29,6 kWh. Adapun, estimasi daya jelajahnya diproyeksikan sedikit di bawah 295 km berdasarkan standar WLTP.
Sejauh ini, lini elektrifikasi Honda masih didominasi oleh model hybrid electric vehicle (HEV), antara lain Honda Step WGN Hybrid, HR-V Hybrid, Civic RS Hybrid, CR-V Hybrid, serta Accord Hybrid.
Menurut Billy, peluncuran model elektrifikasi itu merupakan salah satu strategi Honda untuk menggairahkan pasar, di tengah lesunya daya beli masyarakat dan ketidakpastian geopolitik.
Dari sisi ekspansi dealer, perseroan memastikan 93% wilayah Indonesia sudah terjangkau oleh jaringan dealer Honda, seiring dengan penambahan 13 cabang baru sepanjang 2025-2026.
Menilik data Gaikindo, Honda mencatatkan penjualan wholesales sebanyak 4.016 unit pada Januari 2026. Sementara itu, penjualan ritel perseroan sebanyak 4.233 unit pada periode yang sama.





