Menag Lapor Presiden Takbiran di Bali Tetap Jalan Saat Nyepi, Tanpa Sound System dan Dibatasi Jam

suara.com
2 jam lalu
Cover Berita
Baca 10 detik
  • Menteri Agama Nasaruddin Umar melaporkan antisipasi perayaan takbiran berdekatan dengan Hari Nyepi kepada Presiden Prabowo.
  • Pemerintah dan tokoh masyarakat Bali menyepakati takbiran tanpa *sound system* antara pukul 18.00 hingga 21.00.
  • Nasaruddin juga melaporkan bahwa perbedaan penetapan Idulfitri merupakan hal lazim dan ditentukan sidang isbat.

Suara.com - Menteri Agama Nasaruddin Umar melaporkan mengenai pengaturan pelaksanaan takbiran yang berdekatan dengan peringatan Hari Nyepi di Bali.

Ia sekaligus melaporkan sejumlah persiapan menjelang Hari Raya Idul Fitri kepada Presiden Prabowo Subianto.

Dalam keterangannya kepada awak media, Nasaruddin menjelaskan pemerintah telah mengantisipasi potensi dinamika yang muncul karena waktu yang berdekatan antara perayaan Nyepi dan malam takbiran.

Ia menyampaikan koordinasi telah dilakukan dengan pemerintah daerah serta tokoh masyarakat di Bali guna menjaga keharmonisan antarumat beragama.

“Saya juga melaporkan persiapan Lebaran akan datang karena beberapa tempat ya tanggal 19 itu kan Hari Nyepi. Hari Nyepi kita tahu tidak boleh ada suara-suara berisik, tidak boleh ada kendaraan dan sebagainya padahal malam itu juga ada teman-teman kita takbir,” kata Nasaruddin usai bertemu Prabowo, Rabu (4/2/2026).

Hasil koordinasi menunjukkan adanya kesepakatan bersama agar kedua perayaan keagamaan tersebut tetap dapat berjalan dengan saling menghormati.

Pemerintah bersama tokoh masyarakat di Bali telah menyepakati mekanisme pelaksanaan takbiran yang disesuaikan dengan ketentuan Nyepi.

Kesepakatan tersebut berdasarkan hasil koordinasi agar perayaan hari kerayaan kedua agama dapat berjalan dan saling menghormati.

“Alhamdulillah kami melaporkan kepada bapak presiden sudah ada persepakatan kami dengan pemerintah setempat dengan tokoh-tokoh masyarakat di Bali bahwa takbir itu tidak bertentangan dengan Nyepi, cuma syaratnya ya Nyepi-nya berjalan tapi takbirnya juga berjalan, cuma tidak pakai sound system dan dibatasi waktunya juga dari jam 6 sampai jam 9,” tutur Nasaruddin.

Baca Juga: Kapan Lebaran 2026 Berapa Hari Lagi? Ini Ketetapan Idul Fitri Versi Muhammadiyah dan Pemerintah

Nasaruddin turut menyampaikan mengenai kemungkinan perbedaan penetapan Hari Raya Idulfitri di Indonesia.

Ia menegaskan perbedaan tersebut merupakan hal yang lazim terjadi dalam kehidupan beragama di tanah air dan akan ditentukan melalui sidang isbat.

“Dan Lebarannya pun juga ya perbedaan itu kita terima sebagai suatu hal yang biasa di Indonesia. Nanti kita akan lihat sidang isbat penentuannya kapan pastinya akan Idulfitri nanti akan datang,” kata Nasaruddin.

Ia menegaskan pemerintah akan terus berupaya menjaga suasana toleransi dan kerukunan antarumat beragama, terutama dalam momentum hari-hari besar keagamaan yang berdekatan waktunya.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Waspada! Kemarau 2026 Datang Lebih Cepat dan Lebih Kering
• 3 jam laludisway.id
thumb
Ketegangan Timur Tengah, Indonesia Serukan De-eskalasi Konflik
• 19 jam lalutvrinews.com
thumb
Harga Melonjak 1.213%, Happy Hapsoro Ternyata Genggam 4% Saham Grup Astra (ARKO)
• 13 jam lalukatadata.co.id
thumb
Makan Malam di Istana, Presiden Prabowo Duduk Sejajar dengan SBY dan Jokowi
• 16 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Inter Milan vs Como, Cristian Chivu Ungkap Alasan Perubahan Taktik yang Mengejutkan
• 13 jam lalumediaindonesia.com
Berhasil disimpan.