Kepala Bapanas Ancam Tutup Distributor yang Jual Daging Ayam Melebihi HET

katadata.co.id
3 jam lalu
Cover Berita

Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) Amran Sulaiman akan menutup distributor yang menjual daging ayam dan telur di atas harga eceran tertinggi (HET). Hal ini dilakukan karena terjadinya peningkatan harga daging ayam, daging sapi, dan telur dalam beberapa waktu terakhir.

“Produsennya tidak menaikkan. Kami diberitahu yang menaikkan harganya middle man,” kata Amran saat ditemui di Gudang Bulog Jakarta dan Banten, Rabu (4/3).

Dia menyebut kenaikan harga yang dilakukan memang sedikit, namun pemerintah tidak bisa memberikan toleransi akan hal ini. Distributor menaikkan harga daging Rp 22-23 ribu per kilogram (kg), sementara daging ayam dinaikkan Rp 8.000 per kg.

“Ini akan ditindak, kami minta mereka disegel, ditutup. Saya yang tanggung jawab,” ujarnya.

Menurut Amran, dirinya memiliki alasan untuk bisa melakukan penutupan usaha. Sebab pihak-pihak tersebut melanggar besaran HET.

Pacu Kenaikan IPH

Badan Pusat Statistik (BPS) sebelumnya melaporkan kenaikan Indeks Perkembangan Harga (IPH) di berbagai provinsi terutama dipicu oleh lonjakan harga cabai rawit dan daging ayam ras pada Ramadhan atau minggu keempat Februari 2026.

Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti mengatakan sejumlah kabupaten/kota mencatat kenaikan IPH signifikan dengan komoditas pemicu yang relatif seragam, terutama bahan pangan pokok yang banyak dibutuhkan selama bulan Ramadhan.

"Yang paling menyebabkan kenaikan harga IPH di berbagai provinsi antara lain adalah karena harga cabai rawit dan daging ayam ras yang terus meningkat," kata Amalia dikutip dari Antara, Rabu (4/3).

Di Pulau Sumatera, Kabupaten Bangka menjadi daerah dengan perubahan IPH tertinggi. Kenaikan tersebut dipicu oleh naiknya harga daging sapi, cabai rawit, dan daging ayam ras.

Sementara, di Pulau Jawa, Kabupaten Trenggalek mencatat kenaikan IPH hingga 7,5%, yang disebabkan oleh lonjakan harga cabai rawit, daging ayam ras, dan cabai merah.

Adapun di wilayah luar Sumatera dan Jawa, kenaikan IPH tertinggi terjadi di Kabupaten Lombok Timur. Komoditas utama yang mendorong kenaikan di wilayah ini adalah cabai rawit, cabai merah, dan daging sapi.

Amalia menjelaskan pola kenaikan harga tersebut mencerminkan karakteristik musiman menjelang Ramadhan, yang mana permintaan terhadap bahan pangan seperti cabai rawit, cabai merah, daging ayam ras, telur ayam ras, daging sapi, beras, dan bawang merah cenderung meningkat.

Harga rata-rata nasional cabai rawit hingga minggu keempat Februari 2026 tercatat sebesar Rp70.000 per kilogram. Sementara rata-rata nasional harga daging ayam ras Rp41.000 per kilogram.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Marak Penagihan Intimidatif, OJK: Tindakan Debt Collector jadi Tanggung Jawab Leasing
• 7 jam lalubisnis.com
thumb
Sebut Pemerintah Suka Narkoba, Tiyo Ardianto: Bikin Halusinasi Indonesia Sebagai Negara Bahagia Sedunia
• 4 jam laludisway.id
thumb
RI Bakal Ekspor 2.281 Ton Beras ke Arab Saudi pada 7 Maret 2026
• 19 jam lalukumparan.com
thumb
Eks Menlu Ungkap Isi Diskusi Prabowo dengan Eks Presiden-Wapres
• 21 jam laludetik.com
thumb
SIG Tetapkan 31 Hektare Tambang Jadi Kawasan Konservasi
• 56 menit laluwartaekonomi.co.id
Berhasil disimpan.