Berasarkan informasi dari laman Science Direct, negara-negara Teluk merujuk pada enam negara Arab yang membentuk Gulf Cooperation Council (GCC) meliputi Bahrain, Kuwait, Oman, Qatar, Arab Saudi, dan Uni Emirat Arab. Sebelum membahas daftar negara pendukung, penting untuk memahami konteks yang melatarbelakangi situasi ini.
Melansir dari laman BBC, Iran melancarkan serangan balasan besar-besaran ke berbagai negara Teluk setelah AS dan Israel memulai operasi militer yang menewaskan Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei. Negara-negara seperti Uni Emirat Arab (UEA), Bahrain, Arab Saudi, Qatar, Kuwait, dan Oman menjadi sasaran ratusan rudal balistik serta drone Iran.
Bahkan, Bahrain harus menghadapi serangan langsung ke markas Armada Kelima AS yang berlokasi di wilayahnya, sementara bandara dan hotel-hotel mewah di kawasan Teluk turut terdampak. Mengutip laman NBC News, Iran mengklaim serangan balasannya hanya menargetkan pangkalan militer AS di kawasan tersebut, bukan negara-negara Arab itu sendiri.
Namun, serangan yang meluas hingga ke infrastruktur sipil membuat negara-negara Teluk bereaksi keras. Para diplomat Arab senior menyebut langkah Iran sebagai kesalahan strategis besar yang justru mempererat solidaritas mereka dengan Washington.
Bahrain, Jordan, Kuwait, Arab Saudi, dan UEA bahkan mengeluarkan pernyataan bersama mengecam serangan Iran yang mereka sebut sembrono dan tak pandang bulu itu. Lantas, negara mana saja yang terang-terangan mendukung serangan Israel-AS ke Iran? Simak daftarnya berikut ini. Daftar negara dukung serangan Israel-AS ke Iran 1. Inggris Perdana Menteri Inggris, Keir Starmer, menegaskan meski Inggris tidak terlibat dalam serangan ofensif awal, pemerintahnya mengizinkan AS menggunakan pangkalan militer Inggris untuk operasi defensif. Starmer menyebut keputusan ini diambil demi melindungi 300.000 warga negara Inggris yang berada di kawasan Timur Tengah dan untuk membela sekutu yang menjadi korban serangan Iran.
"Kemarin malam, kami mengambil keputusan untuk menerima permintaan baru tersebut guna mencegah Iran menembakkan rudal ke seluruh wilayah, membunuh warga sipil yang tidak bersalah, membahayakan nyawa warga Inggris, dan mengenai negara-negara yang tidak terlibat," kata Starmer dikutip dari laman hansard.parliament.uk, Rabu, 4 Maret 2026.
Baca Juga :
Kapan Perang Berakhir? Begini Kata Pemerintah IranMeski mengkritik ketiadaan mandat dari Dewan Keamanan PBB dalam serangan awal AS-Israel, Prancis tidak mengecam aksi tersebut secara langsung dan pemerintahnya menyatakan kepuasan atas tewasnya Khamenei yang disebutnya sebagai diktator berdarah.
"Kepada teman-teman kita yang telah sengaja menjadi sasaran rudal dan drone dari Garda Revolusi dan terseret ke dalam perang yang tidak mereka pilih, Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Qatar, Irak, Bahrain, Kuwait, Oman, dan Yordania, Prancis menyampaikan dukungan dan solidaritas penuhnya," kata Barrot dari laman Euro News. 3. Arab Saudi Melansir laman Gulf News, Arab Saudi mengonfirmasi Ibu Kota Riyadh dan wilayah timur negaranya menjadi target serangan Iran. Pemerintah Arab Saudi langsung menyatakan kesiapannya membalas serangan tersebut demi mempertahankan keamanan wilayah dan melindungi warganya.
Putra Mahkota, Mohammed bin Salman, juga menghubungi para pemimpin UEA, Bahrain, Qatar, Kuwait, dan Jordan untuk menegaskan solidaritas penuh Arab Saudi serta kesiapan menempatkan seluruh kemampuannya bagi negara-negara saudara yang terdampak. 4. Uni Emirat Arab Dikutip dari laman Emirates News Agency-WAM, UEA menegaskan pihaknya tetap memiliki hak penuh dan sah untuk menanggapi serangan-serangan ini dengan cara yang melindungi kedaulatan, keamanan nasional, dan integritas wilayahnya, serta menjamin keselamatan warga negara dan penduduknya, sesuai dengan hukum internasional. UEA tidak akan mentolerir kompromi apa pun terhadap keamanan atau kedaulatannya dalam keadaan apa pun. 5. Kuwait Dilansir dari laman Qatar News Agency, Kuwait turut mengecam serangan Iran yang dianggap melanggar kedaulatan negaranya. Kementerian Luar Negeri Kuwait menegaskan hak penuh untuk membela diri berdasarkan Pasal 51 Piagam PBB sebagai tanggapan atas agresi tersebut, dengan cara yang proporsional terhadap skala dan sifat serangan serta sesuai dengan hukum internasional. 6. Bahrain Bahrain menyebut serangan Iran sebagai ancaman serius terhadap keselamatan warga sipilnya. Negara ini ikut aktif mencegat rudal yang masuk ke wilayahnya dan meminta komunitas internasional untuk mengutuk serangan Iran.
Berdasarkan informasi dari laman Bahrain News Agency, Bahrain menegaskan kembali hak yang sah bagi negara-negara untuk merespons dan mengambil langkah-langkah yang diperlukan guna menjaga kedaulatan, keamanan, stabilitas, serta keselamatan warga negaranya. Pemerintah menegaskan hak penuhnya untuk menanggapi dan mengambil semua tindakan yang diperlukan untuk mempertahankan keamanan nasionalnya dan menjaga kedaulatannya, berkoordinasi dengan sekutu dan mitranya.
Itulah informasi mengenai enam daftar negara yang mendukung serangan Israel-AS ke Iran. Semoga menambah wawasanmu!
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(REN)




