Jalur Clongop, salah satu jalur yang menghubungkan Gunungkidul dengan Klaten, Jawa Tengah, longsor.
Jalur ini merupakan salah satu pemecah kemacetan di wilayah Piyungan dan Patuk.
"Kejadian ini dilaporkan memiliki volume material yang lebih besar dibandingkan longsor yang terjadi menjelang Lebaran tahun lalu, dengan lokasi titik longsor yang berbeda," kata Bupati Gunungkidul, Endah Subekti Kuntariningsih, dalam keterangannya, Rabu (4/3).
Di kawasan sepanjang dua kilometer ini, tercatat sudah terjadi dua kali tanah longsor selama satu minggu terakhir.
Pemantauan bupati hari ini juga menemukan adanya retakan tanah tak jauh dari lokasi longsor.
"Berdasarkan hasil investigasi dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Babinsa, dan relawan, ditemukan adanya retakan tanah sepanjang 50 meter di bagian atas lokasi longsor," jelasnya.
Kondisi ini dinilai berbahaya karena menandakan masih adanya potensi longsor susulan.
Di lokasi kejadian, alat berat dari Pemda DIY telah dikerahkan untuk mempercepat evakuasi material.
"BPBD melakukan kerja bakti pembersihan material menggunakan jackhammer serta melakukan asesmen dan kaji cepat di lapangan," kata Kepala BPBD Purwono.
"Warga diminta untuk menghindari daerah rawan bencana seperti lereng bukit dan bantaran sungai, dan selalu memantau informasi terbaru mengenai cuaca dari BMKG serta berhati-hati saat melintasi jalur Clongop dan mengikuti arahan petugas di lapangan," jelasnya.
Saat ini di lokasi tersebut diterapkan buka-tutup jalur pada siang hari. Jika hujan intensitas besar terjadi, jalur ditutup total demi keamanan. Kendaraan akan diarahkan melalui jalur alternatif.





