JAKARTA, DISWAY.ID-- Menteri ESDM Bahlil Lahadalia memberikan klarifikasi terkait pernyataannya yang menyebut cadangan BBM hanya sampai 20 hari.
Ia menjelaskan bahwa kapasitas itu menggambarkan kemampuan daya tampung atau storage BBM yang selama ini dimiliki Indonesia.
BACA JUGA:Archipelago Hadirkan 'Blessings of Ramadan', Diskon 30 Persen Kamar di 124 Hotel
BACA JUGA:KSP Ungkap Program MBG Dongkrak Ekonomi Desa, 70 Persen Bahan Pangan dari Produk Lokal
"Memang sejak dahulu, sudah sejak lama, bahwa kemampuan storage kita, daya tampung BBM kita di Republik Indonesia ini tidak lebih dari 21 sampai 25 hari," kata Bahlil di Kompleks Istana Kepresidenan, Rabu, 4 Maret 2026.
Ia menjelaskan, standar minimal ketahanan stok nasional berada di kisaran 20–21 hari, sedangkan kapasitas maksimal sekitar 25 hari.
Dalam rapat bersama Dewan Energi Nasional (DEN), rata-rata cadangan BBM nasional tercatat berada pada level 22–23 hari.
BACA JUGA:Waspada! Kemarau 2026 Datang Lebih Cepat dan Lebih Kering
BACA JUGA:Sebut Pemerintah Suka Narkoba, Tiyo Ardianto: Bikin Halusinasi Indonesia Sebagai Negara Bahagia Sedunia
Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa pemerintah telah menyiapkan langkah untuk meningkatkan kapasitas storage guna memperkuat ketahanan energi nasional. Upaya tersebut dilakukan atas arahan Presiden Prabowo Subianto.
"Arahan Bapak Presiden Prabowo memerintahkan kepada kami untuk segera membangun storage supaya ketahanan energi kita ada. Storage-nya berapa lama? Insya Allah rencana sampai dengan tiga bulan," jelasnya.
Terkait lokasi pengembangan storage baru, Bahlil mengungkapkan salah satu opsi yang tengah dipertimbangkan berada di wilayah Sumatera.
“Dulu pernah saya jelaskan di teman-teman di media waktu di ESDM, salah satu alternatif terbaiknya di wilayah Sumatera,” pungkasnya.





