Setelah Bangkai Anjing, Kini Giliran Alat Berat! Misteri Teror Beruntun Tim Relawan di Aceh Tamiang

suara.com
6 jam lalu
Cover Berita
Baca 10 detik
  • Ekskavator milik tim relawan kemanusiaan Masjid Nurul Ashri di Aceh Tamiang dirusak orang tak dikenal pada Rabu (4/3/2026).
  • Kerusakan terjadi pada selang hidrolik ekskavator yang digunakan untuk pembersihan pascabanjir dan longsor di lokasi tersebut.
  • Dugaan sementara teror perusakan ini terpisah dengan kejadian teror bangkai anjing yang dialami relawan sebelumnya.

Suara.com - Dugaan teror kembali dialami oleh tim relawan kemanusiaan Masjid Nurul Ashri yang berada di Aceh Tamiang. Terbaru, ada alat berat berupa ekskavator yang dirusak oleh orang tak dikenal.

Ekskavator milik masjid yang berada di Kabupaten Sleman itu dirusak dengan cara ditusuk dan disayat, tepatnya di bagian selang hidrolik.

Penanggung jawab relawan Masjid Nurul Ashri, Satrio Widiantoro, mengungkap ekskavator memang ditempatkan di Kota Lintang Bawah, Aceh Tamiang. Alat berat tersebut digunakan untuk pengerjaan berupa pembersihan lumpur di lokasi terdampak banjir dan longsor.

Usai digunakan pada Selasa (3/3/2026) kemarin, ekskavator dalam kondisi baik. Namun ketika hendak digunakan kembali pada Rabu (4/3/2026) hari ini, operator menemukan kerusakan.

"Setelah dicek, itu di situ ada bekas kayak goresan-goresan pisau," kata Satrio saat dikonfirmasi.

Disampaikan Satrio, kerusakan selang yang tebal itu dinilai cukup janggal.

"Padahal selang itu kan tebal. Dia pakai yang tebal, terus luarnya itu kan pakainya kain. Kalau hanya kegesek-gesek lumpur, tanah, itu kemungkinan enggak mungkin serapi itu," ungkapnya.

Pihaknya menduga ada unsur kesengajaan untuk merusak alat berat yang digunakan oleh tim relawan ini.

"Dugaan kita memang sengaja, karena potongannya rapi. Terus malam enggak ada indikasi kayak gitu juga. Karena operator kalau mau pulang ngecek semuanya," ucapnya.

Baca Juga: Densus 88 Kencangkan Pengawasan Jaringan Teror! Antisipasi Dampak Perang ASIsrael vs Iran

Sementara ini, kata Satrio, ekskavator itu tidak digunakan. Relawan tengah memesan onderdil yang cukup susah dicari. Pasalnya, jika tak kunjung diperbaiki, maka mesin ekskavator akan jebol.

Pekerjaan tetap dilanjutkan dengan memanfaatkan satu ekskavator lain yang masih milik Masjid Nurul Ashri.

Sebelumnya, tim relawan juga pernah mendapatkan teror berupa bangkai anjing tanpa kepala di posko relawan yang berada di wilayah Sungai Liput, Kabupaten Aceh Tamiang, pada Senin (23/2/2026) lalu.

Satrio belum dapat memastikan apakah perusakan ekskavator kali ini berkaitan dengan teror bangkai anjing itu.

"Kalau itu (teror lanjutan) saya juga belum tahu, cuma kok berurutan jaraknya," tandasnya.

Pihaknya tak menutup kemungkinan akan melaporkan dugaan teror ini kepada kepolisian.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Trump Sediakan Asuransi dan Siapkan Pengawalan Kapal yang Lewat Selat Hormuz
• 16 jam lalukumparan.com
thumb
Pertumbuhan Ekonomi Kota Malang 2025 Tembus 5,9%
• 14 jam lalubisnis.com
thumb
AHY: Partai Demokrat Tak Mau Kalah Suara dari Gerindra
• 6 jam lalubisnis.com
thumb
Regulasi Baru F1 2026 Kembali Dikritik, Kali Ini Giliran Mantan Bos Formula 1 yang Beri Peringatan Keras
• 5 jam lalutvonenews.com
thumb
Bos Danangara Kaji Peluang Investasi di Tengah Konflik Global
• 1 jam laluwartaekonomi.co.id
Berhasil disimpan.