Imlek pada 2026 telah memasuki malam ke-15. Dengan demikian, tibalah waktu bagi para warga keturunan Tionghoa merayakan Cap Go Meh dengan penuh sukacita.
Bagi warga keturunan Tionghoa di Bogor, Jawa Barat, Cap Go Meh dari tahun ke tahun selalu dirayakan dengan kemeriahan dan arak-arakan. Bahkan, Cap Go Meh Street Festival selalu menjadi agenda tahunan, telah menjadi agenda festival yang berskala nasional. Otomatis, perayaan Cap Go Meh di Bogor selalu dinanti warga masyarakat, bukan hanya bagi warga keturunan Tionghoa.
Namun, penyelenggaraan tahun 2026, yang digelar pada Selasa (3/3/2026), agak berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. Perayaan Cap Go Meh tahun ini juga jatuh bersamaan di tengah bulan puasa bagi umat Islam.
Untuk menghormati ibadah puasa, penyelenggaraan arak-arakan budaya dalam perayaan Cap Go Meh tahun ini disesuaikan dengan waktu berbuka puasa dan ibadah Tarawih. Jika biasanya rangkaian penyelenggaraan perayaan ini dimulai sejak pagi hingga malam, tahun ini perayaan menempatkan beberapa jeda waktu. Jeda waktu ini diterapkan untuk menghormati waktu berbuka puasa dan juga waktu ibadah Tarawih.
Arak-arakan joli pun tidak digelar dalam bagian arak-arakan pawai budaya seperti biasanya, yaitu di sepanjang Jalan Suryakencana, tempat yang selalu menjadi rute arak-arakan Cap Go Meh.
Arak-arakan gotong joli kali ini hanya dilakukan di halaman Wihara Dhanagun dan dilakukan pada siang hingga sebelum waktu berbuka puasa. Adapun pawai budaya digelar disesuaikan dengan waktu dengan menanti usainya umat Islam melaksanakan ibadah Tarawih.
Meski digelar dengan lini waktu yang tidak seperti biasanya, antusiasme warga tetap tinggi untuk hadir menyaksikan pawai arak-arakan Cap Go Meh ini. Sejak siang, banyak warga telah memadati Wihara Dhanagun untuk menyaksikan arakan Joli. Bahkan, beberapa di antaranya menjadikan kegiatan ini sebagai pengisi waktu ngabuburit dan melakukan buka puasa di sekitar tempat tersebut.
Begitu pula halnya dengan pelaksanaan pawai budaya Cap Go Meh Street Festival 2026, antusiasme warga semakin tak terbendung seiring usainya ibadah Tarawih. Meski dalam guyuran hujan, ribuan warga tetap berbondong-bondong hadir memadati kawasan Jalan Suryakencana.
Bukan hanya masyarakat, sejumlah pejabat pun turut hadir dalam acara ini, seperti Menteri Kebudayaan Fadli Zon, Wakil Menteri Dalam Negeri Bima Arya Sugiarto, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi, Wali Kota Bogor Dedie Rachim, dan beberapa anggota DPR. Mereka semua tampak bersama-sama menikmati sajian penampil pawai budaya ini.
Atraksi penampil pun terlihat beragam. Selain atraksi khas perayaan seperti naga liong dan barongsai, seni budaya lain turut menjadi bagian dari pawai. Seni Sisingaan khas Jawa Barat hingga Tari Kabasaran khas pasukan Minahasa juga beraksi dalam pawai ini.
Pada akhirnya, perayaan Cap Go Meh 2026 di Bogor ini menjadi cerminan wajah saling menghormati antarelemen masyarakat Indonesia. Dengan tema yang diusung, yaitu ”Harmony in Diversity”, perayaan ini mewujudkan keberagaman yang tetap berjalan berdampingan dalam bentuk pluralisme yang indah, baik dari segi latar belakang budaya maupun keyakinan yang berbeda-beda.





