Penulis: Ricardo Julio
TVRINews, Jakarta
Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) mengajak seluruh kader dan elemen bangsa untuk menjadikan momentum suci Ramadan 2026 sebagai ruang memperkuat solidaritas kemanusiaan di tengah situasi dunia yang sedang tidak baik-baik saja. Hal tersebut disampaikan AHY dalam sambutannya pada acara Buka Puasa Bersama Partai Demokrat di Hotel Fairmont, Jakarta.
Dalam sambutannya, AHY menekankan bahwa Ramadan sejatinya mengajarkan kesabaran, pengendalian diri, dan empati terhadap penderitaan sesama. Namun, ia menyayangkan kondisi global saat ini, terutama di Timur Tengah, di mana konflik dan peperangan masih terus merenggut korban jiwa dan menghancurkan ketenangan batin masyarakat.
"Ramadan yang sejatinya membuka pintu untuk saling memaafkan kemudian menjadi pintu saling menghancurkan. Ramadan yang seharusnya menghadirkan ketenangan batin justru dibayangi dengan rasa cemas, ketidakyakinan, dan juga duka yang mendalam. Tentu ini sangat memprihatinkan," ujar AHY dalam sambutannya.
AHY menyatakan bahwa doa dan ikhtiar keluarga besar Partai Demokrat akan selalu menyertai saudara-saudara di kawasan konflik. Ia menegaskan pentingnya mencegah eskalasi yang lebih luas agar tidak menjadi titik picu perang yang lebih dahsyat, sembari tetap mengupayakan solusi perdamaian yang terbaik.
Pada kesempatan yang sama, AHY menyampaikan apresiasi mendalam kepada Presiden Prabowo Subianto yang telah bergerak cepat melakukan pembahasan serius di Istana Merdeka terkait skenario mitigasi risiko dampak global.
"Kami sungguh mengapresiasi segala niat baik dan ikhtiar Bapak Presiden yang tentu dibantu oleh tim untuk terus mencari solusi yang terbaik bagi terciptanya perdamaian dan keterlibatan dunia. Khususnya dalam memperjuangkan kemerdekaan Palestina dan untuk terus mendorong agar terjadi dialog," tambahnya.
Menurut AHY, langkah pemerintah sangat krusial dalam menjaga ketahanan ekonomi, energi, dan pangan nasional di tengah ketidakpastian situasi dunia. Menutup sambutannya, AHY menekankan kembali komitmennya dalam mendorong deeskalasi melalui jalur-jalur komunikasi yang santun.
"Saya percaya bahwa tidak ada konflik yang tidak dapat diselesaikan dengan komunikasi dan tentunya dengan iktikad yang baik. Dan tidak ada perbedaan yang tidak bisa dijembatani jika kemanusiaan diletakkan, ditempatkan di atas segala-galanya," pungkas AHY.
Editor: Redaktur TVRINews





