Salat Gerhana Bulan Unismuh Makassar: Menguatkan Spiritualitas dan Edukasi Astronomi di Ramadan

harianfajar
8 jam lalu
Cover Berita

FAJAR, MAKASSAR – Sivitas Akademika Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar melaksanakan Salat Gerhana Bulan (Khusuf) berjamaah pada Selasa malam, 3 Maret 2026, bertepatan dengan 14 Ramadan 1447 H, di Masjid Subulussalam Al-Khoory. Ibadah ini menjadi momen istimewa yang menggabungkan dimensi spiritual dan edukasi astronomi, menyusul fenomena Gerhana Bulan Total yang dapat disaksikan di wilayah Sulawesi Selatan saat azan Magrib berkumandang hingga waktu Isya.

Pelaksanaan Salat Gerhana Bulan dipimpin oleh Imam Ahmad Fauzan, dengan khutbah yang disampaikan Dr. KH. Abbas Baco Miro, Lc., M.A. Dalam khutbahnya, Abbas menegaskan bahwa Salat Gerhana merupakan sunnah muakkad yang sangat dianjurkan Rasulullah SAW. Ia menjelaskan bahwa saat terjadi gerhana matahari maupun bulan, Nabi segera mengajak para sahabat untuk melaksanakan salat dan berdoa sebagai bentuk penghambaan kepada Allah SWT.

“Gerhana adalah ayat kebesaran Allah dan bagian dari sunnatullah—ketetapan Allah yang mengatur keteraturan alam,” jelas Abbas mengutip firman Allah dalam Surah Al-Anbiya ayat 33 yang menyatakan bahwa matahari dan bulan tidak bergerak sendiri, melainkan ciptaan Allah yang berjalan menurut hukum-Nya.

Abbas juga menegaskan, “Gerhana bukan karena kematian seseorang atau peristiwa tertentu,” merujuk pada hadis Nabi SAW yang meluruskan mitos masyarakat Arab pada masa itu. Ia mengajak umat untuk memperbanyak amal ibadah, doa, memohon ampunan, serta bersedekah selama momentum gerhana sebagai waktu mustajab untuk berdoa dan memperkuat kedekatan dengan Allah serta kepekaan sosial.

Dalam khutbahnya, Abbas mengisahkan peristiwa wafatnya putra Rasulullah SAW, Ibrahim, yang bertepatan dengan gerhana matahari. Saat itu, sebagian orang mengaitkan gerhana dengan kematian Ibrahim, namun Rasulullah SAW dengan tegas meluruskan bahwa gerhana tidak berkaitan dengan kematian atau kelahiran seseorang. Rasulullah tetap menunjukkan keteguhan iman dan ketundukan kepada Allah dalam suasana duka, di mana tangisan beliau disebut sebagai “rahmat” yang merupakan ungkapan kasih sayang manusiawi namun tetap dalam keridaan kepada ketetapan Allah.

Kisah ini menjadi pelajaran penting bahwa fenomena alam harus disikapi sebagai tanda kebesaran Allah yang menguatkan tauhid dan ketundukan seorang hamba, bukan sebagai mitos atau hal mistis.

Edukasi Astronomi dan Integrasi Ilmu

Selain dimensi spiritual, kegiatan ini juga mengedepankan edukasi sains. Selama prosesi Salat Gerhana, jamaah dapat menyaksikan siaran langsung fase gerhana melalui layar di area masjid yang merupakan hasil pengamatan Observatorium Unismuh Makassar. Observatorium ini merupakan satu-satunya di Sulawesi Selatan yang menyiarkan proses gerhana secara langsung melalui kanal YouTube resmi Unismuh Makassar, menampilkan setiap fase mulai dari awal gerhana sebagian hingga puncak gerhana total saat bulan tampak kemerahan (blood moon).

Salat Gerhana di Masjid Subulussalam Unismuh Makassar menjadi ruang refleksi kolektif yang menggabungkan kesadaran kosmis dan penguatan spiritualitas di bulan suci Ramadan. Kegiatan ini juga selaras dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya SDG 4 tentang Pendidikan Berkualitas dengan menghadirkan literasi sains yang inklusif dan kontekstual, serta SDG 3 tentang Kehidupan Sehat dan Sejahtera melalui penguatan dimensi spiritual, ketenangan batin, dan solidaritas sosial.

Rangkaian ibadah malam itu mencakup berbuka puasa, Salat Magrib, Salat Isya, Salat Gerhana, hingga Tarawih, menciptakan suasana Ramadan yang penuh makna. KH. Abbas juga mengajak jamaah untuk memperbanyak sedekah sebagai bentuk kepedulian sosial, menegaskan bahwa ibadah gerhana bukan sekadar ritual, tetapi sarana mendekatkan diri kepada Allah sekaligus menumbuhkan kepekaan terhadap sesama.

Dengan demikian, pelaksanaan Salat Gerhana Bulan di Masjid Subulussalam Unismuh Makassar menjadi wahana pembelajaran publik yang memadukan ibadah, ilmu pengetahuan, dan nilai kemanusiaan sebagai fondasi pembangunan yang utuh. (wis/*)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Pilih Bermain Enjoy, Tiwi/Fadia Berhasil Maju ke Babak Kedua All England 2026
• 1 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Mulai Go Publik Soal Hubungan, Kapan Jonathan Frizzy Nikahi Ririn Dwi Ariyanti?
• 10 jam lalutabloidbintang.com
thumb
Soroti Seleksi Sekda Ponorogo, DPRD Desak Jabatan Maksimal 5 Tahun
• 15 jam lalurealita.co
thumb
Usai Miskomunikasi Jadwal, Bupati Lebak Duduk Bareng Mahasiswa Unjuk Rasa
• 13 jam laludetik.com
thumb
Prabowo, Dasco, dan Menteri Kabinet Bahas Geopolitik di Istana
• 7 jam lalubisnis.com
Berhasil disimpan.