ACEH, DISWAY.ID – Bagi sebagian besar orang, Ramadan adalah momentum pulang ke rumah yang hangat.
Namun, bagi para penyintas bencana hidrometeorologi di Aceh Tamiang, “rumah” kini hanyalah selembar terpal yang tak lagi mampu membendung amuk cuaca.
BACA JUGA:4 Pesan Film Hoppers di Bioskop Maret 2026, Cara Manusia Lindungi Ekosistem Alam
BACA JUGA:Children of Heaven Versi Indonesia Resmi Rilis Trailer, Siap Tayang Mei 2026
Saat hujan, udara dingin menusuk tulang, sementara lingkungan sekitar kembali berlumpur becek dan lembab. Dan saat kemarau, lumpur yang mengering berubah menjadi debu pekat yang menyesakkan nafas. Teriknya matahari musim panas pun menyengat menusuk kepala, membuat ibadah puasa terasa jauh lebih “menantang”.
Di tengah kondisi yang jauh dari kata pulih ini, bulan suci Ramadan 1447 Hijriah tetap datang bertamu. Bagi para pengungsi, Ramadan tahun ini dijalani dengan keikhlasan yang luar biasa, meski getir itu tak bisa disembunyikan.
Salah satu guratan duka itu terlihat di wajah M Shaleh (73) pada Rabu, 04/03/2026. Di usia senjanya, ia harus menerima kenyataan pahit bahwa harta bendanya habis tak bersisa.
BACA JUGA:Tak Ada CCTV di Rumah Ermanto Usman, Tetangga: Nggak Ada, Pelaku Kabur Lewat Belakang
“Rumah saya sudah hilang, hanyut. Rasanya sangat berbeda dengan tahun lalu,” ceritanya dengan nada getir.
Bukan hanya tempat tinggal, mata pencahariannya sebagai peternak pun lumat. Sapi-sapi miliknya hanyut tersapu air. Kini, ia hanya bisa bersabar tinggal di dalam tenda yang panas, sembari mencoba merajut kembali harapan yang sempat terkoyak.
Dari suara yang lain, Ariyani (52), mengatakan, “Sekarang saya menumpang tinggal di suatu rumah, itu pun hanya tinggal separuh bangunannya. Kami isi dengan empat Kepala Keluarga (KK)”.
Mereka tidak mampu membayangkan hari kemenangan Idulfitri nanti. Tanpa dinding rumah yang kukuh, bayangan merayakan Lebaran di bawah tenda pengungsian terasa abu-abu dan menyesakkan dada.
Namun, di tengah keterbatasan itu, secercah harapan muncul, tim Dompet Dhuafa masih berada di Aceh Tamiang untuk menyalurkan bantuan berupa Parsel Ramadan.
BACA JUGA:Nyeri Dada Tiba-Tiba? Waspada, Bisa Jadi Tanda Aorta Jantung Bermasalah
Paket bantuan ini dirancang untuk memenuhi kebutuhan dasar sekaligus menguatkan spiritualitas para penyintas. Parsel Ramadan berisi bahan-bahan pokok (sembako), kurma untuk sahur dan berbuka puasa, serta perlengkapan ibadah baru.
- 1
- 2
- »




