Ali Larijani: Lebih dari 500 Tentara AS Tewas Hanya dalam Beberapa Hari, Kisah Ini akan Berlanjut!

republika.co.id
6 jam lalu
Cover Berita

REPUBLIKA.CO.ID, TEHERAN -- Kepala Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran, Ali Larijani, mengatakan, serangkaian serangan udara yang diluncurkan negaranya ke sejumlah fasilitas militer Amerika Serikat (AS) di Timur Tengah telah membunuh lebih dari 500 tentara AS. Larijani telah menyatakan bahwa Iran siap terlibat perang jangka panjang dengan AS.

Dalam sebuah unggahan di akun X resminya pada Rabu (4/3/2026), Larijani mengatakan bahwa Trump, yang sudah terpengaruh kekonyolan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu, telah menyeret rakyat Amerika ke dalam perang yang tak adil dengan Iran. "Sekarang dia harus menghitung —dengan lebih dari 500 tentara Amerika tewas hanya dalam beberapa hari terakhir, apakah Amerika masih diutamakan— atau Israel," tulis Larijani.

Baca Juga
  • AS Sebut Spanyol Izinkan Pangkalannya untuk Serang Iran Usai Diancam Trump, ini Bantahan Menlu
  • Ogah Kirim Pasukan Darat, Trump Persenjatai Suku Kurdi untuk Perang Melawan Iran
  • Trump akan Kerahkan Armada ke Selat Hormuz, IRGC: Datanglah dan Kawal Mereka

Dia menegaskan bahwa perlawanan Iran atas dibunuhnya Ayatollah Ali Khamenei akan terus berlanjut. "Kisah ini akan berlanjut. Kemartiran Imam Khamenei akan menuntut harga yang mahal dari kalian. Insya Allah," ujarnya.

Sejauh ini Pentagon mengumumkan hanya enam tentara AS tewas sejak Iran memulai serangan udaranya pada Sabtu (28/2/2026). Sebanyak empat di antaranya terbunuh di Kuwait.

.rec-desc {padding: 7px !important;}

AS dan Israel melancarkan serangan udara gabungan ke sejumlah wilayah Iran, termasuk ibu kota Teheran, pada Sabtu pekan lalu. Selain beberapa pejabat tinggi pertahanan Iran, serangan tersebut turut membunuh Ayatollah Ali Khamenei.

 
 
 
Lihat postingan ini di Instagram
 
 
 

Sebuah kiriman dibagikan oleh Republika Online (@republikaonline)

 

Loading...
.img-follow{width: 22px !important;margin-right: 5px;margin-top: 1px;margin-left: 7px;margin-bottom:4px}
Ikuti Whatsapp Channel Republika
.img-follow {width: 36px !important;margin-right: 5px;margin-top: -10px;margin-left: -18px;margin-bottom: 4px;float: left;} .wa-channel{background: #03e677;color: #FFF !important;height: 35px;display: block;width: 59%;padding-left: 5px;border-radius: 3px;margin: 0 auto;padding-top: 9px;font-weight: bold;font-size: 1.2em;}
Advertisement

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Ini Arti Tulisan Tebal pada Label Komposisi Makanan
• 5 jam lalukumparan.com
thumb
UN Women: Konflik Bersenjata Berdampak Tidak Proporsional bagi Perempuan
• 21 jam lalumetrotvnews.com
thumb
6 Negara yang Dukung Serangan Israel-AS ke Iran, Ini Daftarnya
• 20 jam lalumedcom.id
thumb
Target Harga Unilever (UNVR) dari Mirae Turun Pasca Divestasi Bisnis Es Krim dan Teh
• 5 jam lalubisnis.com
thumb
Syarat dan Cara Daftar Motis 2026, Tak Boleh Motor Listrik
• 11 jam lalukompas.com
Berhasil disimpan.