Jakarta: Menteri Luar Negeri Sugiono menyampaikan surat dari Presiden Prabowo Subianto kepada Duta Besar Republik Islam Iran Mohammad Boroujerdi pada 4 Maret 2026.
“Kami membahas situasi yang berkembang pesat di Timur Tengah. Saya menggarisbawahi pentingnya penghormatan terhadap hukum internasional dan Piagam PBB, serta kebutuhan mendesak untuk mencegah eskalasi lebih lanjut melalui diplomasi,” ujar Menlu Sugiono, seperti dikutip dari X.
“Saya juga menyampaikan surat dari Presiden @prabowo kepada Presiden Masoud Pezeshkian yang menyampaikan belasungkawa terdalam Iran atas wafatnya Yang Mulia Ayatollah Ali Khamenei, Pemimpin Tertinggi Iran,” imbuh surat itu.
Sementara Dubes Boroujerdi mengatakan dirinya membahas serangan agresif dan brutal Amerika Serikat serta rezim Zionis Israel terhadap Iran yang telah menyebabkan kesyahidan Pemimpin Tertinggi Revolusi Islam Iran serta banyak warga sipil, yang sebagian besar adalah perempuan dan anak-anak.
“Menlu Sugiono menyampaikan pandangannya mengenai perkembangan terbaru di Timur Tengah dan menekankan pentingnya penghormatan terhadap hukum internasional serta Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa, serta perlunya mencegah eskalasi ketegangan lebih lanjut melalui jalur diplomasi,” sebut Dubes Boroujerdi melalui akun Instagram Kedubes Iran di Jakarta.
Dubes Boroujerdi membenarkan bahwa Menlu Sugiono menyerahkan surat dari Presiden Prabowo Subianto, yang ditujukan kepada Presiden Iran, Masoud Pezeshkian. Dalam surat tersebut, Pemerintah Indonesia menyampaikan belasungkawa yang mendalam atas kesyahidan Ayatollah Sayyid Ali Khamenei, Pemimpin Tertinggi Republik Islam Iran.




