AS Klaim Tenggelamkan Kapal Tempur Iran di Samudera Hindia

viva.co.id
19 jam lalu
Cover Berita

Washington, VIVA – Menteri Perang Amerika Serikat Pete Hegseth mengonfirmasi bahwa kapal selam AS telah menenggelamkan satu kapal perang Iran di Samudera Hindia.

"Kemarin di Samudera Hindia ... kapal selam AS menenggelamkan kapal perang Iran yang merasa dirinya aman saat berada di perairan internasional," kata Hegseth dalam sebuah konferensi pers terkait operasi militer terhadap Iran.

Baca Juga :
Korban Tewas Akibat Serangan AS-Israel ke Iran Capai 1.045 Orang
Daftar Barang yang Perlu Disiapkan Jika Perang Dunia III Pecah, Sudah Punya?

Ia melanjutkan, "faktanya, tadi malam, kami juga telah menembak kapal mereka yang paling berharga, yaitu kapal perang Soleimani."

Sementara itu, Menteri Luar Negeri Sri Lanka Vijitha Herath pada Rabu memastikan angkatan laut dan angkatan udara Sri Lanka telah membantu mengevakuasi awak dari kapal Iran yang tenggelam di Samudera Hindia itu, dengan sejumlah 30 korban dievakuasi ke rumah sakit di Sri Lanka.

"Kami meluncurkan bantuan pukul 6 pagi dengan mengirimkan kapal AL pertama, dan pada pukul 7 pagi kami telah mengirimkan kapal AL kedua," kata Menlu Herath, sembari memastikan satuan AL dan AU Sri Lanka bahu-membahu dalam operasi penyelamatan.

Menurut Reuters, mengutip sumber di kementerian pertahanan Sri Lanka, sekurangnya 78 orang terluka dan 101 lainnya hilang setelah sebuah kapal tempur Iran diserang sebuah kapal selam di lepas pantai Sri Lanka.

Herath mengatakan bahwa sinyal darurat diterima pukul 5:08 pagi waktu setempat oleh pihak Sri Lanka yang mengindikasikan kapal AL Iran yang bernama IRIS Dena tersebut tenggelam di luar batas perairan Sri Lanka di Samudera Hindia.

Sejumlah 180 kru ada di atas kapal tempur yang ditembak kapal selam AS itu, dan 30 kru di antaranya dalam kondisi kritis, kata Menlu Sri Lanka.

Ia menjelaskan bahwa menurut Konvensi Internasional Pencarian dan Penyelamatan Maritim (Konvensi SAR) 1979 yang diratifikasi Sri Lanka, negaranya berkewajiban memberi bantuan bagi kapal yang menghadapi situasi darurat.

Sri Lanka harus merespons kedaruratan maritim terlepas dari asal kebangsaan, sebab, dan lokasi peristiwa meski di luar perairan teritorialnya, ucap dia.

Sementara itu, juru bicara AL Sri Lanka Buddhika Sampath memastikan operasi SAR masih berjalan.

"Kami menemukan para korban mengapung di laut dan menyelamatkan mereka. Kemudian, setelah menanyakan korban, kami mengetahui bahwa mereka berasal dari kapal Iran," kata Sampath dalam sebuah konferensi pers, sebagaimana dikutip Newswire.

Baca Juga :
Tak Bisa Dipercaya, Iran Tolak Berunding dengan AS dan Lanjutkan Perang
Pemakaman Ali Khamenei Akan Digelar Selama Tiga Hari
Garda Revolusi Iran Gempur Markas IDF dan Kemhan Israel

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
KPK Pertimbangkan Jerat Fadia Arafiq dengan TPPU
• 11 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Menyambut FIFA Series 2026: Indonesia Jadi Tuan Rumah, Debut John Herdman, dan Lawan dari 3 Konfederasi Berbeda!
• 6 jam lalubola.com
thumb
Mahasiswa Undip Dianiaya 30 Teman: Dilaporkan Soal Kasus Pelecehan 3 Mahasiswi
• 23 jam lalukumparan.com
thumb
[FULL] DPR Ungkap Perlindungan WNI di Tengah Perang Iran vs AS-Israel
• 17 jam lalukompas.tv
thumb
Profil Fairuz A Rafiq, Artis yang Jadi Sorotan Usai Sang Kakak, Fadia Arafiq Kena OTT KPK, Akui Syok dan Belum Komunikasi!
• 12 jam lalugrid.id
Berhasil disimpan.