Walau Gabung BOP, Indonesia Disebut Tak Ada Kaitan Dengan Tindakan Militer AS

viva.co.id
2 jam lalu
Cover Berita

Jakarta, VIVA - Partisipasi Indonesia dalam Board of Peace (BOP) dinilai merupakan kebijakan luar negeri strategis yang sesuai mandat Konstitusi. Dimana, Indonesia  disebut harus terlibat aktif dalam usaha perdamaian dunia.

Pengamat Hubungan Internasional, Subhan Yusuf menyebut, BOP ini punya pendekatan mirip dengan Marshall Plan pasca Perang Dunia Kedua, yaitu pembangunan kembali wilayah setelah perang. Indonesia dirasa punya peran penting di sana guna memastikan tujuan itu menguntungkan Palestina.

Baca Juga :
Garda Revolusi Iran Gempur Markas IDF dan Kemhan Israel
CCTV Diretas Diam-diam, Jejak Ayatollah Ali Khamenei Terbongkar Lewat Operasi Mossad di Teheran

"Yang utamanya adalah Indonesia hadir untuk berperan dalam 'addresing the elephant in the room', di tengah masalah yang nyata seperti pendekatan diplomatis terus terhambat, serta sikap abai pemimpin kawasan yang terjebak dalam fear factor," kata alumni Universitas Civitas, Warsawa, Polandia ini pada Rabu, 4 Maret 2026.

Tapi, Subhan menggarisbawahi bahwa gabungnya Indonesia ke BOP tak serta merta menjadikannya sebagai sekutu Amerika Serikat yang subordinatif. Melainkan mitra strategis guna perdamaian kawasan Timur Tengah.

"Dalam dinamika Hubungan Intenasional, itu dapat dibaca sebagai partispasi berbasis isu strategis bagi dunia, bukan alliance atau persekutuan tanpa basis sama sekali," kata dia.

Apalagi, BOP disebut bukan pakta militer seperti NATO yang mewajibkan anggota saling dukung militer kalau ada ancaman dari musuh bersama. Sehingga Indonesia tak bisa dikaitkan dengan tindakan militer negara lain sesama anggota BOP, dalam konteks ini adalah serangan AS terhadap Iran.

"BOP bukan aliansi militer seperti NATO. Jadi Indonesia sebagai anggota dari BOP tidak bertanggung jawab atas kebijakan luar negeri Amerika Serikat, meski mungkin secara normatif memiliki kemungkinan untuk komunikasi konsultatif," tuturnya.

Dia menilai langkah Presiden Prabowo dalam BOP ini berada di rel diplomasi yang tepat. Di tengah minimnya terobosan yang lebih berarti, baik itu dari pemimpin-pemimpin di kawasan Timur Tengah atau negara Islam, guna menyelesaikan konflik di Palestina.

"Saya melihat Presiden Prabowo sejauh ini melangkah dalam koridor diplomasi Internasional yang legitimate, dan berdampak positif bagi citra Indonesia dan juga nilai-nilai ke-Indonesia-an di hadapan publik global," kata dia lagi.

Baca Juga :
10 Game Perang Dunia Terbaik, dari Strategi hingga FPS
Bahlil Ungkap Alasan Impor Bioetanol dari AS, Singgung soal Spesifikasi
DPR Minta Pertamina Mitigasi Dampak Perang AS-Israel Vs Iran Terhadap Pasokan Minyak

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
KPK Sudah Jerat Tersangka Usai OTT Bupati Pekalongan
• 14 jam lalukumparan.com
thumb
Remaja Tewas Diduga Ditembak Polisi, Ibu Korban: Pipinya Bengkak, Anakku Dipukul Diseret!
• 5 jam lalukompas.tv
thumb
Konflik AS-Israel dan Iran Jadi Alarm Ketahanan Energi Indonesia
• 6 jam laludisway.id
thumb
Jelang Lebaran, PSI Minta Pemprov Gelar Pasar Murah hingga ke Kelurahan
• 13 jam lalueranasional.com
thumb
Menlu Sugiono Hubungi AS dan Iran, Indonesia Siap Jadi Mediator Konflik Timur Tengah
• 13 jam laludisway.id
Berhasil disimpan.