Bisnis.com, BATUSANGKAR - Kementerian Pekerjaan Umum (PU) secara resmi memulai pembangunan sabo dam di Nagari/Desa Sungai Jambu Kecamatan Pariangan, Kabupaten Tanah Datar, Sumatra Barat, sebagai upaya mengantisipasi dampak bencana erupsi Gunung Marapi.
Menteri PU Dody Hanggodo menyampaikan dengan dimulainya pembangunan sabo dam ini, merupakan wujud tanggung jawab negara dalam mengatasi resiko bencana yang ada di daerah tersebut, seiring meningkatnya aktivitas erupsi Gunung Marapi.
“Sesuai petunjuk dari Presiden, Kementerian PU akan membangun sabo dam sebagai bukti konkret dalam mengurangi risiko banjir dan sedimen pada daerah terdampak, sesuai dengan perencanaan yang terukur," katanya, Selasa (3/3/2026).
Dody mengatakan pembangunan sabo dam direncanakan sebanyak 56 unit di Sumbar yang berhulu ke Gunung Marapi yang berada di dua daerah yakni Kabupaten Tanah Datar dan Kabupaten Agam. Untuk total, ada 8 unit sabo dam dan 1 unit Series River Training Works pada tahap awal ini, yang diperkirakan akan mampu menampung sedimen 440 meter kubik.
Kemudian, untuk Kabupaten Tanah Datar direncanakan bakal dibangun 5 sabo dam, yakni 3 unit di Sungai Malana, 2 unit di Sungai Anai, dan 1 unit Series River Training Works di Sungai Batang Pagu-pagu, Kecamatan X Koto.
“Sedangkan Kabupaten Agam sebanyak 3 unit sabo dam di Sungai Katik,” ungkapnya.
Baca Juga
- Hujan Abu Landa Wilayah Agam Pascaerupsi Gunung Marapi
- Gunung Marapi Sumbar Erupsi, Ketinggian Abu Capai 1.000 Meter
- Gunung Marapi Erupsi, Semburkan Abu Vulkanik setinggi 1.200 Meter
Oleh karena itu, dia menaruh harapan agar semua pihak turut mendukung kelancaran pembangunan sabo dam tersebut, terutama dalam hal pembebasan lahan.
“Sabo dam tidak hanya bermanfaat untuk antisipasi bencana banjir, namun juga bisa memberi dampak lain, seperti ekonomi dan ketahanan pangan, karena itu, sekali lagi, mohon dukungan kita semua," tegasnya.
Dody merinci untuk pembangunan sabo dam itu, pelaksananya adalah Kontraktor Subur Berkah KSO dengan dana sebesar Rp249,8 Miliar dan dibagi dalam 3 tahun pelaksanaan direncanakan selama 739 hari kerja dimulai dengan ground breaking.
Di kesempatan itu, Bupati Tanah Datar Eka Putra menyampaikan rasa terima kasih atas pelaksanaan peletakan batu pertama yang menjadi pertanda pembangunan sabo dam akan dimulai.
“Kami bersyukur, dari 40 usulan yang dibutuhkan Tanah Datar, pemerintah pusat menyetujui 6 sabo dam, dimana hari ini dilaksanakan seremonial dimulai pembangunannya, kami sangat berterima kasih,” ujarnya.
Dengan telah dimulainya pembangunan sabo dam ini, Eka meminta OPD terkait di Pemda Tanah Datar bersama camat beserta jajaran serta Wali Nagari/Pemerintah Desa untuk terus mendukung dan mengawal pembangunan sabo dam tersebut.
Begitu pun kepada Pemprov Sumbar, Eka berharap untuk bisa memperbaiki seluruh ruas jalan provinsi dan pusat yang rusak dan berada di Tanah Datar.
"Kunjungan sebelumnya pak Menteri telah merasakan kondisi jalan di Tanah Datar dan juga meninjau rencana pembangunan lain seperti Sport Center, pasar Batusangkar dan lainnya, semoga bantuan segera bisa direalisasikan,” harapnya.
Perlu diketahui, bencana banjir bandang dan galodo akibat erupsi Gunung Marapi yang terjadi pada 11 Mei 2024 lalu telah merusak dan memporak-poranda sebagian daerah di wilayah Kabupaten Tanah Datar.
Bencana galodo akibat meluapnya beberapa sungai yang berhulu di Gunung Marapi telah merusak berbagai infrastruktur seperti rumah, sekolah, jembatan, dan lain sebagainya. Berangkat dari itu, pemerintah pusat melalui Kementerian Pekerjaan Umum, bersama Pemerintah Provinsi dan Pemkab Tanah Datar membangun sabo dam.
“Sabo Dam merupakan bangunan yang bermanfaat sebagai pengendali lahar atau sedimen di kawasan Gunung Marapi tahap I akan dilaksanakan 2025 sampai 2027,” tutupnya.
Wakil Ketua Komisi VI DPR RI Andre Rosiade menegaskan pembangunan Sabo Dam dan beberapa rencana pelaksanaan pembangunan lainnya di Tanah Datar berkat kegigihan pemerintah daerah, khususnya Bupati Tanah Datar.
"Saya melihat, Bupati Tanah Datar ini sangat nyinyir sekali untuk meminta bantuan ke pemerintah pusat seperti sabo dam ini, dan juga perbaikan ruas jalan yang sebenarnya tidak menjadi kewenangannya atau pemerintah kabupaten, dan juga bantuan-bantuan lainnya. Saya apresiasi itu dan alhamdulillah satu per satu sudah ada yang terealisasi," ujar dia.
Bahkan ke depan, tambah Andre, dia bersama COO Danantara Dony Oskaria serta pihak lainnya juga telah meninjau rencana pembangunan jalan dan lokasi Emergency Safety Area di Panyalaian dan juga jalan di Pasar Koto Baru X Koto yang kerap macet.
"Alhamdulillah, dari kunjungan langsung tersebut, sudah nampak solusi dan kesediaan pihak KAI serta di Pasar Koto Baru juga sudah ada jalur alternatif yang bisa dimanfaatkan untuk mengatasi macet walau masih perlu kajian lebih mendalam lagi," tutupnya.





