Target Produksi Bijih Nikel Belum Memenuhi Kebutuhan Smelter RI

cnbcindonesia.com
15 jam lalu
Cover Berita
Foto: REUTERS/Yusuf Ahmad

Jakarta, CNBC Indonesia - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengakui adanya selisih antara target produksi bijih nikel nasional yang ditetapkan dalam Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) tahun ini dengan total kebutuhan industri pengolahan dan pemurnian atau smelter di dalam negeri.

Direktur Jenderal Mineral dan Batu Bara (Dirjen Minerba) Kementerian ESDM Tri Winarno mengungkapkan bahwa kuota produksi bijih nikel dalam RKAB tahun ini dipatok di kisaran 260 juta ton. Sementara itu, ia menyebutkan kebutuhan industri untuk smelter mencapai angka 310 juta ton.

Tri menjelaskan bahwa kekurangan pasokan bijih nikel untuk smelter ini kemungkinan besar akan ditutupi melalui impor dari negara tetangga.


"310 (juta ton). Ya kemungkinan impor. (Dari) Filipina. Ya perlulah pasti (izin impor). Tapi selama ini kan sudah ada kan. Impor kan selalu ada. Sekitar 15-20 (juta ton)," ungkap Tri saat ditemui di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, dikutip Rabu (4/3/2026).

Namun, menurutnya pemerintah juga membuka opsi untuk melakukan penyesuaian kembali kuota produksi melalui mekanisme revisi RKAB pada semester kedua nanti, sesuai dengan regulasi yang berlaku dan kebutuhan industri.

"Kan ada peluang tadi, revisi. Kalau kemungkinan ada revisi yes, ada. Wong kan regulasinya ada. Nah itu nanti disesuaikan," tambahnya.

Memang, kebijakan pembatasan produksi tersebut diambil pemerintah untuk menjaga ketahanan cadangan nikel nasional yang saat ini tersisa sekitar 5 miliar ton.

Tri menegaskan bahwa pengendalian laju produksi diperlukan agar sumber daya alam tersebut tidak habis dalam waktu singkat sekaligus untuk menjaga stabilitas harga di pasar global.

"Kalau terus-terusan terus habis itu kita ibaratnya dikuras terus-terusan kita nggak sampai 20 tahun habis. Selesai. Nah ini sambil mencari cadangan baru, kita juga ngerem," tandasnya.

Baca: Produksi Nikel RI Dipotong, ESDM: Jika Dikuras Terus 20 Tahun Habis

(wia) Add as a preferred
source on Google
Saksikan video di bawah ini:
Video:Produksi Batu Bara & Nikel 2026 Dikurangi, Yakin Harga Stabil?

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
OJK akan Periksa Dokumen dari Penggeledahan Kasus Pasar Modal Rp 14,5 T
• 22 jam lalukompas.com
thumb
BMKG: Hujan Ringan Akan Mengguyur Mayoritas Wilayah RI Pada Kamis
• 8 jam lalutvonenews.com
thumb
TERPOPULER: Amalan Istiqomah Nagita Slavina yang Bikin Kaya Raya, Ali Khamenei Selalu Sembunyikan Tangan Kanan
• 14 jam laluviva.co.id
thumb
Dukung Akselerasi Pembiayaan, BRI Finance Targetkan Penerbitan Obligasi Kuartal III-2026
• 17 menit lalumediaapakabar.com
thumb
Viral Satlantas Polres Tanjung Priok Dicatut di Surat Minta THR, Kapolres Buka Suara!
• 2 jam laluokezone.com
Berhasil disimpan.