Ini Rahasia Menu Sahur Anti Lemas, Ternyata Momen Puasa Cocok untuk Pangkas Lemak Perut

grid.id
7 jam lalu
Cover Berita

Grid.ID - Bulan puasa Ramadan tengah berlangsung. Masalah klasik yang sering dialami banyak orang saat berpuasa adalah badan terasa lemas tak bertenaga di siang bolong masih menjadi kendala.

Ternyata, rahasia kuat puasa seharian ada pada menu sahur kita. Hal ini dibongkar oleh dokter sekaligus influencer kesehatan, dr. Tirta.

Dalam sebuah podcast, dr. Tirta menjelaskan konsep dasar metabolisme tubuh saat kita berpuasa. Selama belasan jam, tubuh kita tidak menerima asupan makanan maupun minuman (intake).

"Jadi kita hanya pure mengandalkan cadangan energi yang udah disimpen oleh tubuh. Apa yang kita makan saat sahur itu akan mempengaruhi aktivitas kita selama seharian," kata dr. Tirta dalam tayangan YouTube Raditya Dika, Rabu (4/3/2026).

Artinya, kualitas puasa ditentukan oleh apa yang masuk ke perut saat azan Subuh belum berkumandang. Oleh karena itu, perhatikan asupan dan tidak asal kenyang.

Lantas, lebih baik perbanyak asupan karbohidrat atau protein saat makan sahur?

Banyak mitos beredar bahwa memperbanyak protein saat sahur membuat kenyang lebih lama. Namun, dr. Tirta meluruskan pandangan tersebut. Menurutnya, menu sahur harus seimbang, namun aturannya bisa berbeda tergantung kondisi tubuh masing-masing.

"Kalau untuk orang yang sudah seimbang (berat badannya), ya dia tetap harus makan karbohidrat pada waktu sahur. Kalau nggak, lemes banget dia pas seharian puasa," tegas dr. Tirta.

Lebih lanjut, momen puasa juga bisa menjadi cara untuk menurunkan berat badan. Salah satunya adalah melakukan cutting alias membakar lemak berlebih. Hal itu agar tubuh terpaksa menggunakan lemak di area perut dan paha untuk dijadikan energi selama kita berpuasa.

"Kalau misalkan kita obesitas, justru pas puasa ini adalah momen fokus ngibadah sekaligus buat cutting. Boleh pas sahur karbonya dikurangi, banyakin protein," jelasnya.

Kendati demikian, dr. Tirta tetap mewanti-wanti agar tidak memangkas karbohidrat 100 persen. Ia tetap menyarankan untuk konsumsi karbohidrat saat makan sahur.

 

"Tapi tetap harus ada karbonya, kalau nggak, lemes nanti pas siang. Tubuh tetap butuh energi yang berasal dari gula dalam makanan," pungkasnya.

Mulai sekarang, yuk perhatikan isi piring sahurmu. Meskipun Ramadan telah berjalan hampir setengah bulan, tak ada salahnya melakukan perubahan sekarang. Sesuaikan dengan kondisi tubuh, agar puasa lancar dan ibadah maksimal.(*)

Artikel Asli


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Ternak Bebas PMK, Stok Daging Idulfitri di Babel Dipastikan Aman
• 12 jam lalutvrinews.com
thumb
Kompak Borong Saham ASII, Empat Direksi Astra Rogoh Kocek Rp21,44 Miliar
• 13 jam lalubisnis.com
thumb
Jadi Bintang Laga Kontra Persik, M. Riyandi Punya Motivasi Besar Jika Dipercaya Mengawal Gawang Persis Lagi
• 1 jam lalubola.com
thumb
Sempat Dikalahkan Persib, Manila Digger Kini Tantang Dewa United di 8 Besar AFC Challenge League
• 4 jam laluviva.co.id
thumb
Modus Penipuan 13 WNA Jepang di Bogor: Jadi Polisi Gadungan dan Bikin Surat Penangkapan Palsu
• 13 jam lalukompas.com
Berhasil disimpan.