Retas CCTV Lalu Lintas hingga Saluran Telepon, Begini Cara Israel Bisa Bunuh Ayatollah Ali Khamenei

viva.co.id
6 jam lalu
Cover Berita

Jakarta, VIVA – Kematian Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, pada Sabtu, 28 Februari 2026, memunculkan berbagai fakta mengenai rencana dan taktik yang digunakan Israel untuk menghabisinya.

Berdasarkan laporan Financial Times yang mengutip sejumlah pejabat intelijen Israel, operasi tersebut disebut telah dipersiapkan bertahun-tahun. Israel dilaporkan meretas kamera lalu lintas di Teheran dan menyusup ke jaringan telepon seluler untuk memantau pergerakan Khamenei beserta tim pengawalnya menjelang pembunuhan itu.

Baca Juga :
Pandji Pragiwaksono Akhirnya Setuju dengan Prabowo, Akui Pendapatnya Salah
Israel Ancam Akan 'Habisi' Siapapun Pengganti Ayatollah Ali Khamenei

Menurut dua sumber yang dikutip media tersebut, hampir seluruh kamera lalu lintas di Teheran telah diretas selama bertahun-tahun. Rekamannya dienkripsi lalu dikirim ke server di Tel Aviv dan wilayah selatan Israel.

Salah satu sudut kamera disebut sangat membantu untuk mengetahui di mana para pengawal memarkir mobil pribadi mereka, sekaligus memberi gambaran soal rutinitas di dalam kompleks dekat Pasteur Street, kata salah satu sumber.

Laporan itu juga menyebut penggunaan algoritma canggih untuk melengkapi berkas data anggota pengawal Khamenei. Data tersebut mencakup alamat rumah, jam tugas, rute perjalanan ke tempat kerja, hingga pejabat yang mereka lindungi. Dari situ, intelijen membangun apa yang disebut sebagai “pattern of life” atau pola kehidupan target.

Financial Times melaporkan Israel juga mengganggu komponen sekitar selusin menara telepon seluler di sekitar Pasteur Street. Caranya, membuat ponsel seolah-olah sedang sibuk saat dihubungi, sehingga anggota tim pengawal Khamenei tidak bisa menerima kemungkinan peringatan.

Seorang pejabat intelijen Israel yang tidak disebutkan namanya mengatakan kepada surat kabar itu bahwa jauh sebelum serangan dilakukan, pihaknya telah mengenal Teheran seperti mereka mengenal Yerusalem. Ia menggambarkan adanya gambaran intelijen yang sangat rinci, dibangun lewat pengumpulan data oleh Unit 8200, divisi intelijen sinyal Israel, sumber manusia yang direkrut Mossad, serta analisis intelijen militer.

Israel juga disebut menggunakan metode matematika bernama analisis jejaring sosial untuk menyaring miliaran titik data, guna mengidentifikasi pusat pengambilan keputusan dan target baru.

Menurut dua sumber yang mengetahui operasi tersebut, intelijen Israel mengandalkan intelijen sinyal termasuk hasil peretasan kamera lalu lintas dan penyusupan jaringan telepon untuk memastikan bahwa Khamenei dan para pejabat senior berada di dalam kompleks pada pagi hari saat serangan terjadi.

Baca Juga :
Soal Isu Perang Dunia III, Pandji Pragiwaksono: Prabowo Mungkin Benar!
Terungkap! AS Tak Beri Tahu Sekutunya Mau Serang Iran
Bisa-bisanya Donald Trump Nyari Untung dari Penutupan Selat Hormuz

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Indonesia Ekspor 2.280 Ton Beras ke Saudi
• 20 jam lalutvrinews.com
thumb
Spanyol Bantah Bakal Bantu AS Serang Iran, meski Trump Ancam Putus Hubungan Dagang
• 5 jam laluokezone.com
thumb
Tak Masalah Sedekah di Saat Puasa dengan Berdonor Darah
• 6 jam lalukompas.id
thumb
Ribuan Umat Muslim Syia di Kashmir Turun ke Jalan Usai Tewasnya Ali Khamenei
• 12 jam laludetik.com
thumb
Reformasi Budaya Polri di Polres Pelabuhan Makassar, Kapolres Tekankan Perubahan Cara Berpikir
• 20 jam laluharianfajar
Berhasil disimpan.