Tak Masalah Sedekah di Saat Puasa dengan Berdonor Darah

kompas.id
4 jam lalu
Cover Berita

Paima Pandiangan (64), Rabu (4/3/2026) pagi, datang sendirian dari rumahnya di Depok ke kantor Palang Merah Indonesia (PMI) DKI di kawasan Kramat, Jakarta Pusat, untuk mendonorkan darahnya. Setelah melalui pemeriksaan kesehatan, Paima pun berbaring di salah satu kursi. Seorang petugas PMI mengambil darah dari tangan kirinya. Saat itu hanya Paima sendirian yang diambil darahnya. Kursi lain terlihat masih kosong. Sesaat kemudian baru silih berganti pendonor keluar masuk ruangan itu menyumbang darah mereka.

”Saya puasa ikhlas (berdonor darah), enggak masalah. Karena setiap tetes darah nyawa orang terselamatkan,” ujar bapak yang telah berdonor 145 kali ini sambil berbaring.

Menurut pandangan sebagian besar ulama kontemporer, donor darah memang tidak termasuk hal yang membatalkan puasa.Dalam kaidah fikih, yang membatalkan puasa adalah masuknya sesuatu ke dalam tubuh melalui rongga terbuka bukan keluarnya sesuatu dari tubuh.

Memang bukan hal yang mudah meski kampanye dan imbauan terus digaungkan untuk bersedekah di bulan puasa dengan menyumbangkan darah. Meski demikian, fenomena donor darah saat bulan Ramadhan tidak dapat dimungkiri pasti tetap menurun.

Dokter Endang, seorang staf PMI DKI, pagi itu bertugas untuk memonitor aktivitas pengambilan darah para pendonor. Ia mengamini hal tersebut. ”Untuk (jumlah) donor pasti menurun baik yang datang ke PMI maupun di kegiatan mobil unit yang datang menjemput bola ke kantor-kantor atau sekolah-sekolah.” ujarnya.

Biasanya dalam sehari PMI DKI dapat mengerahkan hingga 14 unit mobil donor darah. Calon donor mencapai kisaran 1.000-1.200 orang dalam sehari di hari biasa di luar Ramadhan. Namun, angka tersebut dapat menurun pada saat bulan puasa 50 persen hingga 70 persen. Kantor-kantor cenderung menahan kegiatan tersebut ketika memasuki momen ini.

Menurut dr Endang, bagi pendonor rutin dapat mendonorkan darahnya di pagi, siang, ataupun sore saat masih berpuasa. Namun, bagi pendonor baru, ia menyarankan sebaiknya pengambilan darah diambil saat sore menjelang berbuka. Asupan minuman saat sahur juga sebaiknya ditingkatkan jika memang meniatkan diri untuk berdonor di hari tersebut.

Menyiasati hal ini, PMI telah mengantisipasi dengan mengoptimalkan kegiatan donor darah sebelum memasuki bulan puasa. Kegiatan donor darah dengan mobile unit juga dioptimalkan melalui alternatif lain, seperti komunitas umat penganut agama selain Islam yang tidak sedang berpuasa hingga permintaan donor darah ke institusi TNI/ Polri.

Seperti yang berlangsung di sebuah ruang restoran cepat saji di Mal Arion, Rawamangun, Jakarta Timur. Sebuah kegiatan donor darah berlangsung dengan menargetkan para pengunjung mal. Sebanyak empat ranjang tersedia untuk para pendonor. Respons pengunjung cukup positif, terlihat dari seluruh ranjang yang hampir selalu terisi.

Darah dari sejumlah kegiatan mobile unit PMI kemudian disetorkan ke Unit Donor Darah Pusat PMI di kawasan Lenteng Agung, Jakarta Selatan, untuk melalui rangkaian proses penanganan lebih lanjut. Penggunaan fasilitas milik PMI Pusat di Lenteng Agung ini hanya bersifat sementara karena gedung baru PMI DKI di Kramat Raya saat ini masih dalam proses pembangunan tahap akhir. Adapun lokasi sementara penerimaan donor darah dan distribusi darah ke wilayah menempati Gedung Dakwah Muhammadiyah Provinsi Jakarta, tepat di sebelah gedung baru PMI DKI tersebut.

Ketika seseorang mendonorkan darahnya di Unit Donor Darah (UDD) PMI, darah tersebut tidak langsung diberikan begitu saja ke pasien. Sebelum digunakan, darah akan dipisahkan menjadi beberapa komponen yang spesifik sesuai kebutuhan medis pasien. Masing-masing komponen darah ini punya manfaat yang berbeda.

Langkah pertama setelah penerimaan dari donor, kantong darah akan dicek temperatur, ditimbang dan didata. Dalam setiap kantong darah pendonor terdapat tiga sampel untuk dites di laboratorium golongan darah, penapisan antibodi dan laboratorium infeksi menular lewat tranfusi darah (IMLTD).

Hasil tes akan menentukan sampel darah lulus atau tidak lulus yang ditandai dengan status reaktif atau non reaktif. Reaktif berarti ada sesuatu di dalam darahnya yang membuat darah donor harus disortir. Paralel dengan pengetesan sampel, darah per kantong akan dipisahkan antara sel darah merah dan plasma darah.

Saat sampel pendonor dites di lab, kantong pendonor tersebut dikarantina terlebih dahulu hingga hasil pengetesan selesai. Setelah lolos tes, darah akan melalui proses produk rilis dan selanjutnya disimpan dengan perlakuan spesifik sesuai kriteria jenis produk darah. Darah yang sudah melalui seluruh proses hingga produk rilis dan penyimpanan baru siap didistribusikan untuk kebutuhan pasien di rumah sakit dari lima wilalah Provinsi Jakarta.

Baca JugaRamadhan, Trotoar, dan Generasi yang Merayakan Senja
Baca JugaMelestarikan Beduk sebagai Media Menyiarkan Islam


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Fadia Arafiq Mengaku Sedang Bersama Ahmad Luthfi Saat OTT, Begini Respons KPK
• 15 jam lalusuara.com
thumb
Aset Mirae Sekuritas Rp 14,5 T Dibekukan OJK, Korban Ilegal Akses Berharap Uangnya Kembali
• 6 jam lalujpnn.com
thumb
Momen Ramadan 1447 H, Program Light Up The Dream PLN UID Sulselrabar Nyalakan Listrik untuk 336 Rumah Keluarga Prasejahtera
• 13 jam laluterkini.id
thumb
Pemkot Minta Semua SPPG di Sumedang Publikasikan Menu di Dashboard Khusus MBG
• 19 jam lalubisnis.com
thumb
China Serukan Keamanan Energi Global Setelah Iran Menutup Selat Hormuz Pasca Serangan AS dan Israel
• 20 jam lalupantau.com
Berhasil disimpan.