Wonosobo, tvOnenews.com - Sebuah video Tedy (17), remaja berkebutuhan khusus asal Desa Karangaren, Kecamatan Kutasari, Kabupaten Purbalingga viral di media sosial.
Video diunggah Instagram @purbalingga.24jam, sepeda motor dikendarai Tedy ditemukan warga secara misterius. Kondisinya sudah tergeletak tanpa meninggalkan jejak ban di tengah hutan di kawasan Wonosobo.
Narasi dalam unggahan tersebut memberikan keterangan mengejutkan. Warga asal Purbalingga itu diduga menyasar ke Wonosobo setelah dibawa makhluk halus pada Kamis, 26 Februari 2026.
"Warga Purbalingga yang diduga dibawa 'lampor' tekan Wonosobo (Kamis, 26 Februari 2026) sekitar jam 5 sore," tulis akun tersebut dalam keterangannya dilihat tvOnenews.com, Kamis (5/3/2026).
- Instagram/@purbalingga.24jam
Kepala Dusun Kebondalem, Muhammad Rodli menjelaskan awal mula kejadian dipenuhi kejanggalan tersebut. Tedy sempat mencegat orang di perlintasan di Kebondalem, Kamis (26/2/2026), sekitar pukul 17.00 WIB.
Warga mengira Tedy akan berbuat jahat karena posisinya berada di pinggir jalan. Namun pencegatan itu sebagai upaya minta tolong.
"Awalnya itu anak bingung, mau mencari pertolongan ke jalan. Dia mencari tolong untuk mengevakuasi motornya," ujar Rodli kepada tvOne, Selasa (3/3/2026).
Rodli mengatakan, pengakuan Tedy bikin mengejutkan. Kata remaja itu, motornya telah terbang sehingga menyasar ke tengah sawah atau ladang di Kebondalem.
"Minta tolong motornya terbang kayak gitu, pokoknya jatuh di alas atau di sawah kata anak itu," lanjutnya.
Kehadirannya menakutkan dan bikin panik. Warga membawa Tedy ke pos ronda RT 03 untuk dimintai keterangan. Setelah shalat Tarawih, ia ditanya kenapa motornya bisa nyasar di tengah ladang.
Alasan Motornya Terbang dari Purbalingga ke WonosoboDalam video yang beredar, Tedy memberikan pengakuan secara mengejutkan. Ia mengaku motornya telah terbang dari Purbalingga ke Wonosobo dalam waktu 30 menit.
Usut punya usut, Tedy bersama motornya bisa nyasar ke tengah hutan karena dorongan dari makhluk tak kasat mata.
"Dibawa kuntilanak, hantu," ungkap Tedy saat diinterogasi warga Kebondalem.
Keterangan Tedy semakin tidak jelas. Hanya saja remaja berusia 17 tahun itu masih memberikan identitas lengkapnya secara detail.




