Obesitas: Lebih dari Sekadar Pola Makan dan Olahraga

republika.co.id
12 jam lalu
Cover Berita
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA, – Dokter spesialis gizi klinik, Diana Suganda, Sp.GK, M.Kes., menegaskan bahwa obesitas merupakan penyakit kronis yang kompleks dan tidak semata-mata disebabkan oleh konsumsi makanan berlebihan dan kurangnya aktivitas fisik. Pernyataan ini disampaikan dalam sebuah diskusi kesehatan di Jakarta, Rabu.

Menurut Diana Suganda, obesitas dipengaruhi oleh banyak faktor multifaktorial, salah satunya adalah hormon. Di dalam tubuh, terdapat hormon-hormon yang mengatur nafsu makan, rasa kenyang, dan rasa lapar. Pada beberapa individu, sistem ini tidak berfungsi dengan baik, sehingga meskipun sudah merasa kenyang, mereka tetap merasa lapar.

"Ada sinyal-sinyal di dalam tubuh yang tidak berfungsi dengan baik. Ini tidak hanya soal mengatur pola makan dan berolahraga. Banyak faktor yang menghambat, sehingga meskipun seseorang sudah mengatur makan dan berolahraga, berat badan bisa kembali naik," jelasnya.

Diana juga menjelaskan bahwa terdapat sel-sel memori dalam tubuh yang berperan dalam proses kenaikan berat badan kembali. Perubahan hormonal dan kapasitas lambung turut mempengaruhi rasa lapar dan keinginan untuk makan.

"Banyak pasien yang saya temui mengalami hal ini, sudah berhasil menurunkan berat badan namun kemudian naik lagi. Faktor hormonal yang menyebabkan 'error' ini," tambahnya.

.rec-desc {padding: 7px !important;} Pentingnya Mindful Eating

Diana menekankan pentingnya menerapkan mindful eating, atau makan dengan penuh kesadaran, untuk mencegah kenaikan berat badan berlebih. "Saat Lebaran, Natal, makanlah dengan porsi yang tepat. Dengan mengetahui kebutuhan tubuh, konsumsi makanan tidak akan berlebihan," ujarnya.

Konten ini diolah dengan bantuan AI.

.img-follow{width: 22px !important;margin-right: 5px;margin-top: 1px;margin-left: 7px;margin-bottom:4px}
Ikuti Whatsapp Channel Republika
.img-follow {width: 36px !important;margin-right: 5px;margin-top: -10px;margin-left: -18px;margin-bottom: 4px;float: left;} .wa-channel{background: #03e677;color: #FFF !important;height: 35px;display: block;width: 59%;padding-left: 5px;border-radius: 3px;margin: 0 auto;padding-top: 9px;font-weight: bold;font-size: 1.2em;}
sumber : antara
Advertisement

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Bekti Sutikna, Super Scalper yang Ternyata Koleksi Saham TECH
• 4 jam laluidxchannel.com
thumb
Rentetan Serangan di Arab Saudi, Bagaimana Nasib 2.000 Jemaah dari Jabar?
• 2 jam lalukompas.id
thumb
Gubernur Khofifah Resmikan Revitalisasi dan Rehabilitasi 51 SMA, SMK, dan SLB di Lamongan dan Gresik
• 6 jam lalutvonenews.com
thumb
Chandra Asri (TPIA) Buka Suara Soal Kabar Force Majeure Imbas Blokade Selat Hormuz
• 3 jam laluidxchannel.com
thumb
BMKG: Sebagian Besar Ibu Kota Provinsi Berpotensi Hujan Ringan Kamis
• 8 jam lalurepublika.co.id
Berhasil disimpan.