JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI), Mukhtarudin, mengungkapkan, sebanyak 4.000 Pekerja Migran Indonesia (PMI) bakal ditempatkan di Jerman.
Hal ini seiring dengan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara PT Tenriawaru Elite Internasional dan Aurelium Global Talent GmbH.
Kerja sama tersebut merupakan tindak lanjut dari Misi Dagang Jasa Profesi Indonesia ke Berlin yang sebelumnya dilaksanakan oleh KP2MI dengan Kementerian Perdagangan.
“Kolaborasi lintas kementerian melalui misi dagang ini menunjukkan bahwa penempatan Pekerja Migran Indonesia tidak hanya dilihat sebagai mobilitas tenaga kerja, tetapi juga sebagai bagian dari diplomasi ekonomi dan penguatan ekspor jasa profesi Indonesia di pasar global,” ujar Mukhtarudin dikutip dari siaran pers, Kamis (5/4/2026).
Baca juga: KP2MI Siapkan Skenario Evakuasi PMI dari Timur Tengah
Dalam proses penempatan, Mukhtarudin menegaskan bahwa pihaknya akan mengutamakan pelindungan bagi calon PMI.
Oleh karena itu, setiap calon PMI tetap harus melalui tahapan persiapan yang menyeluruh, mulai dari verifikasi dokumen, peningkatan kompetensi, penguatan literasi kontrak kerja, hingga pembekalan tentang sistem ketenagakerjaan di negara tujuan.
“Kami menekankan bahwa proses penempatan harus dilakukan secara profesional, transparan, dan akuntabel. Penyiapan Calon Pekerja Migran Indonesia menjadi kunci utama agar mereka tidak hanya siap bekerja, tetapi juga memahami hak dan kewajibannya,” ujar dia.
“Pelindungan harus hadir sejak pra-penempatan, selama bekerja, hingga purna penempatan,” tambah dia.
Baca juga: Dosa-dosa PT BTK dalam Pengiriman PMI ke Timur Tengah, Berujung Penghentian Sementara
Mukhtarudin menyampaikan bahwa kerja sama ini membuka peluang penempatan PMI di sejumlah sektor strategis di Jerman, khususnya perhotelan, ritel modern, dan layanan kesehatan.
Dia berharap implementasi kerja sama tersebut dilakukan secara konsisten dan berkelanjutan, dengan mengedepankan prinsip tata kelola penempatan yang baik serta menjamin pelindungan maksimal bagi setiap PMI.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang