Terpisah Jarak dan Waktu, Caregiver Jadi Sandaran di Ruang Rawat

kompas.com
11 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, KOMPAS.com — Di balik tirai ruang rawat inap dan lorong-lorong rumah sakit yang tidak pernah sepi, ada banyak cerita tentang keterbatasan kehadiran keluarga.

Tidak semua anak bisa meninggalkan pekerjaan untuk menjaga orangtua yang dirawat.

Tidak semua orangtua bisa selalu berada di sisi anaknya yang sedang terbaring sakit.

Ada yang terpisah jarak antarnegara, ada yang terikat tanggung jawab pekerjaan, ada pula yang memang tidak memiliki anggota keluarga yang bisa menemani selama 24 jam.

Dalam situasi seperti itu, waktu berjalan terasa lebih lambat bagi pasien.

Baca juga: Saat Keluarga Tak Selalu Hadir, Caregiver Menopang Pasien di Masa Rentan

Jam demi jam dihabiskan di atas tempat tidur rumah sakit, ditemani suara alat medis dan langkah perawat yang lalu-lalang.

Di momen rentan inilah kehadiran caregiver menjadi berarti.

Mereka datang bukan sebagai pengganti keluarga, melainkan sebagai penopang sementara—menjaga, membantu kebutuhan dasar, hingga sekadar duduk mendengarkan keluh kesah pasien.

Penjaga Saat Keluarga Tak Bisa Menemani

Salah satu pengguna jasa caregiver, Dara (bukan nama sebenarnya) mengaku memutuskan menyewa pendamping ketika harus menjalani rawat inap tanpa ditemani keluarga.

Keputusan itu diambil bukan tanpa pertimbangan, melainkan karena situasi yang mendesak dan kebutuhan akan seseorang yang bisa membantu selama perawatan berlangsung.

“Untuk diri saya sendiri pada 13 Februari 2026, karena membutuhkan pendamping selama rawat inap di rumah sakit karena tidak ada keluarga yang menemani," kata Dara melalui pesan WhatsApp, Selasa (3/3/2026).

Baca juga: Pemerintah Akan Kirim 500 Pekerja ke Luar Negeri, Ada Juru Las hingga Caregiver

Selama dirawat, aktivitas sederhana seperti berjalan ke kamar mandi menjadi tidak mudah.

Infus yang terpasang di salah satu tangan membatasi geraknya dan membuatnya membutuhkan bantuan orang lain.

Ia kemudian menemukan jasa caregiver melalui media sosial.

Saat itu, ia secara khusus mencari pendamping perempuan agar merasa lebih nyaman selama proses perawatan.

Menurut dia, yang paling penting dari seorang caregiver bukan hanya kemampuan membantu kebutuhan fisik, tetapi juga cara berkomunikasi dan menjaga batas pribadi.

“Dapat mendampingi kebutuhan client, berkomunikasi dengan baik, dan menjaga privasi," katanya.

Kehadiran caregiver membuat hari-hari yang dijalani di ruang rawat terasa lebih ringan.

Ia merasa setiap waktu yang dilewati bersama pendampingnya memiliki arti tersendiri.

“Setiap waktu yang saya lewati bersama caregiver saya rasa sangat berharga karena caregiver bisa menjadi penjaga dan pendamping saya ketika keluarga sedang tidak bisa menemani," ujarnya.

Tidak hanya dirinya yang merasa terbantu, keluarganya pun merasakan ketenangan karena tahu ada seseorang yang mendampingi.

“Keluarga merasa aman dan senang karena adanya jasa dan bantuan caregiver," kata dia.

.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }

Baca juga: Surat Kakak yang Tinggalkan Bayi di Pejaten: Tolong Rawat Adik, Ibu Meninggal Melahirkan


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Reklamasi dan Pembangunan Jeti 3 Perusahaan Nikel di Morowali Disegel KKP
• 6 jam laludisway.id
thumb
Infografis Tiga Tingkatan Puasa Ramadhan
• 16 jam lalurepublika.co.id
thumb
Ketua RW Upayakan Keluarga yang Makan Penyedap di Papanggo Jakut Dapat Bantuan
• 1 jam lalukumparan.com
thumb
Airlangga: APBN Jadi Senjata Pemerintah Redam Gejolak Harga Saat Perang
• 3 jam lalumediaindonesia.com
thumb
Potret Tumpukan Uang Rp 58 Miliar Kasus Judol Disita Bareskrim
• 1 jam laludetik.com
Berhasil disimpan.