REPUBLIKA.CO.ID,
Shaumul Awam (Puasa Orang Awam)
Tingkatan dasar- Menahan makan dan minum
.rec-desc {padding: 7px !important;} - Menahan hubungan suami istri - Fokus pada aspek lahiriah - Nilai spiritual paling dasarShaumul Khawas (Puasa Orang Khusus)
Tingkatan menengah- Menahan lapar dan dahaga
- Menjaga pendengaran dari maksiat - Menjaga pandangan - Menjaga lisan - Menjaga seluruh anggota tubuh dari dosa - Puasa lahir dan batinKhawasul Khawas (Puasa Paling Tinggi)
Tingkatan tertinggi- Mengendalikan hati (qalbu) dari nafsu
- Menghindari pikiran duniawi berlebihan - Fokus hanya kepada Allah SWT - Dunia dipandang sebagai ladang amal - Orientasi akhirat sepenuhnya Dalil Perintah Puasa Ramadhanيٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِيْنَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُوْنَۙ
Yā ayyuhal-lażīna āmanū kutiba ‘alaikumuṣ-ṣiyāmu kamā kutiba ‘alal-lażīna min qablikum la‘allakum tattaqūn(a).
Wahai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa. (QS Al-Baqarah Ayat 183)
Pengolah: Ani Nursalikah/Fuji Eka Permana
Sumber: Ihya Ulumuddin – Imam Al-Ghazali .img-follow{width: 22px !important;margin-right: 5px;margin-top: 1px;margin-left: 7px;margin-bottom:4px} Ikuti Whatsapp Channel Republika
.img-follow {width: 36px !important;margin-right: 5px;margin-top: -10px;margin-left: -18px;margin-bottom: 4px;float: left;} .wa-channel{background: #03e677;color: #FFF !important;height: 35px;display: block;width: 59%;padding-left: 5px;border-radius: 3px;margin: 0 auto;padding-top: 9px;font-weight: bold;font-size: 1.2em;} Advertisement




