Cuaca di Jakarta pada tanggal 5 Maret 2026 diprediksi akan mengalami hujan lebat hingga sangat lebat. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) telah mengeluarkan peringatan dini mengenai kemungkinan hujan deras ini.
Wilayah yang diperkirakan akan merasakan dampak signifikan adalah Jakarta Barat, Jakarta Timur, dan Jakarta Selatan, di mana curah hujan diprediksi akan mencapai intensitas tinggi.
Untuk durasi, kemungkinan hujan lebat dan angin kencang juga dapat berlangsung hingga hari Jumat, 6 Maret 2026. Angin kencang berpotensi melanda tidak hanya Jakarta, tetapi juga Tangerang, Tangerang Selatan, serta Kepulauan Seribu, meningkatkan risiko cuaca ekstrem di seluruh bagian Jabodetabek.
Detil Hujan di Setiap Wilayah Jakarta PusatDi Jakarta Pusat, seluruh kecamatan diprediksi akan mengalami hujan ringan. Meskipun intensitas hujan tidak setinggi wilayah lain, warga tetap diimbau untuk waspada terhadap kemungkinan perubahan cuaca yang dapat terjadi.
Jakarta UtaraWilayah Jakarta Utara menunjukkan variasi dalam kondisi cuaca. Beberapa kecamatan, seperti Tanjung Priok, Koja, Cilincing, dan Kelapa Gading, diprediksi akan cenderung berawan. Namun, ada juga kecamatan seperti Penjaringan dan Pademangan yang diperkirakan akan mengalami hujan ringan, yang tetap perlu diperhatikan oleh warga.
Jakarta Barat, Selatan, dan TimurDi Jakarta Barat, Selatan, dan Timur, seluruh kecamatan juga diperkirakan akan terdampak oleh hujan ringan. Dengan penyebaran hujan yang merata, warga di semua wilayah tersebut diingatkan untuk tetap memantau kondisi cuaca dan mempersiapkan diri terhadap perubahan yang mungkin terjadi.
Baca Juga:Sirkulasi Siklonik Picu Hujan Lebat, Ini Daftar Daerah Berpotensi Terdampak
Dinamika atmosfer yang berlaku di sekitar Indonesia saat ini sangat berpengaruh terhadap cuaca di Jakarta. Badan Meteorologi mencatat adanya bibit siklon tropis 90S yang terbentuk di Samudra Hindia selatan Jawa Tengah.
Potensi pertumbuhan bibit siklon ini cukup tinggi dan dapat mengarah ke siklon tropis, yang akan berkontribusi terhadap peningkatan curah hujan yang ekstrem di berbagai wilayah, termasuk Jakarta.
Selain potensi siklon tropis, sistem tekanan rendah yang terpantau di Samudra Pasifik utara Papua juga berkontribusi terhadap kondisi cuaca saat ini. Sistem ini memperkuat dinamika atmosfer di wilayah Indonesia, yang menciptakan daerah konvergensi dan konfluensi yang mendukung pertumbuhan awan hujan.
Fenomena Madden-Julian Oscillation (MJO) diperkirakan masih aktif dan mempengaruhi kondisi atmosfer Indonesia. Saat ini, MJO berada pada fase yang dapat menguntungkan pembentukan awan hujan, yang diamati di berbagai wilayah, termasuk Laut Cina Selatan. Kehadiran MJO berkontribusi pada peningkatan curah hujan dan cuaca ekstrem yang diprediksi akan melanda Jakarta dan sekitarnya.
Baca Juga:Bibit Siklon Tropis 93S Menguat, Berikut Deret Daerah Ini Berpotensi Terdampak Cuaca Ekstrem





