Kapolri Ungkap Prabowo Aktif Diskusi soal Konflik Global dengan Negara Asia Tenggara dan Timur Tengah

kompas.com
11 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, KOMPAS.com - Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo memaparkan berbagai upaya yang dilakukan Pemerintah Indonesia di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto untuk turut menyelesaikan konflik global yang tengah memanas.

Presiden hampir setiap hari berdiskusi dengan sejumlah negara, baik di kawasan Asia Tenggara maupun Timur Tengah, guna membahas langkah-langkah strategis agar eskalasi global segera terkendali.

“Bapak Presiden setiap hari selalu berdiskusi dengan beberapa negara baik di Asia Tenggara maupun Timur Tengah untuk membahas bagaimana agar eskalasi global yang memanas ini bisa segera terkendali," ujar Sigit dalam acara Silaturahmi Ramadhan di Polda Jawa Barat, Rabu (4/3/2026).

Baca juga: Prabowo Kirim Surat Duka Cita atas Kematian Ali Khamenei Lewat Menlu Sugiono

Sigit berharap ketegangan yang terjadi dapat segera mereda dan menemukan jalan keluar damai.

“Tentunya kita ingin situasi global yang ada ini bisa segera selesai," kata Sigit.

Sigit menegaskan, Pemerintah Indonesia terus berupaya menjalankan politik luar negeri bebas aktif sebagai negara nonblok dalam rangka menciptakan perdamaian dunia.

“Pemerintah tentunya saat ini terus berjuang untuk ikut aktif segera menyelesaikan konflik-konflik yang ada sehingga kemudian perdamaian juga bisa muncul," kata Sigit.

Selain melakukan diplomasi eksternal, Sigit mengatakan Prabowo juga terus melakukan konsolidasi internal serta menerima berbagai masukan dari banyak pihak terkait situasi global dan langkah mitigasinya.

Baca juga: Muzani Sebut Prabowo Terima Kritik dan Masukan Presiden-Wapres Terdahulu

.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }

Sigit mengingatkan bahwa eskalasi konflik internasional berpotensi membawa dampak signifikan apabila tidak dikelola dengan baik.

“Di satu sisi kita menghadapi eskalasi dan dampaknya yang tentunya apabila ini tidak kita kelola dengan baik dampaknya terhadap ekonomi pasti terasa dan apabila tidak bisa dijaga pasti akan mengarah ke situasi ataupun masalah sosial," tutup Sigit.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Siap-siap! Pemerintah Bakal Gelontorkan 828.000 Ton Beras SPHP Mulai Maret 2026
• 23 jam lalubisnis.com
thumb
Wamendagri Sentil Bupati Fadia yang Tak Paham Pemerintahan: Belajar Lah
• 1 jam lalukompas.com
thumb
Tol Yogyakarta-Bawen Segmen Ambarawa-Bawen Dibuka Fungsional Saat Mudik
• 10 jam lalukompas.tv
thumb
Persija dan Timnas Indonesia Kena Dampaknya, Baru Datang, Mauro Zijlstra sudah Menepi
• 12 jam lalutvonenews.com
thumb
Mengapa Negara Arab Teluk Memihak AS dan Israel di Tengah Konflik dengan Iran?
• 21 jam lalukatadata.co.id
Berhasil disimpan.