Bisnis.com, MAKASSAR - PT Makassar Metro Network dan PT Makassar Airport Network sebagai pengelola jalan tol di Kota Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel) memprediksi trafik lalu lintas saat musim mudik Lebaran 2026 berada pada rata-rata 90.488 kendaraan per hari atau naik 6% jika dibandingkan dengan situasi normal harian.
Angka tersebut dihitung berdasarkan proyeksi arus mudik dan arus balik, yaitu selama periode H-7 Lebaran atau 24 Maret 2026 hingga H+7 atau 7 April 2026.
Direktur Utama PT Makassar Metro Network Ismail Malliungan mengatakan puncak arus mudik diperkirakan terjadi pada 18 Maret 2026 dengan jumlah trafik mencapai 118.906 kendaraan per hari, sedangkan puncak arus balik diprediksi pada 28 Maret 2026 mencapai 117.853 kendaraan per hari.
Mengantisipasi kepadatan, pengelola bakal menambah petugas pada layanan lalu lintas dan gerbang sebanyak 4 personel. Dari yang semula sebanyak 41 personel menjadi total 45 personel saat masa mudik mendatang. Petugas tambahan tersebut disiagakan khusus untuk memastikan layanan tetap prima 24 jam di 41 gardu tol.
Penyiagaan petugas bakal didukung oleh penambahan armada pelayanan seperti kendaraan derek, ambulans, dan unit patroli. Pemantauan waktu nyata (real-time) melalui CCTV terintegrasi juga dilakukan untuk merespons setiap gangguan di lapangan lebih cepat.
"Untuk menjaga kelancaran di gerbang tol, pengelola Jalan Tol Makassar menyiapkan penggunaan Toll Lane Portable untuk membuka lajur darurat (temporary lane) saat terjadi kepadatan di gerbang tol," ucap Ismail Malliungan kepada wartawan, Rabu (4/3/2026).
Baca Juga
- Mudik Lebaran 2026: ASDP Proyeksikan Penumpang Naik 10% di Lintas Jawa-Bali
- Rekayasa Lalu Lintas Lebaran 2026: Jadwal One Way, Contra Flow, Ganjil-Genap dan Puncak Arus Mudik
- Kuota Mudik Gratis Jabar Tinggal 660 Kursi, Ini Rute yang Masih Bisa Dipesan
Direktur Utama PT Makassar Airport Network Anton Sujarwo menambahkan, jika dibandingkan karakteristik jalan tol antar kota di Jawa, jalan tol Makassar menunjukkan pola yang berbeda.
Menjelang Lebaran, biasanya kendaraan dari luar kota cenderung masuk ke Makassar untuk belanja kebutuhan hari raya dan pengiriman barang logistik. Sementara saat mendekati Hari Raya Idulfitri, kepadatan bergeser menjadi arus keluar kota.
Kemudian, jalan tol Makassar juga tidak termasuk dalam kategori ruas yang menerapkan diskon tarif tol jalur mudik sesuai arahan pemerintah. Hal ini disebabkan oleh tol Makassar yang merupakan tol dalam kota dengan karakteristik pengguna komuter.
Kendati demikian, Anton Sujarwo menegaskan pihaknya tetap akan fokus melakukan layanan prima bagi para pengguna yang ingin merayakan Lebaran. Tak lupa dia mengimbau para pengendara untuk mempersiapkan segala sesuatu sebelum memasuki tol.
"Kami mengimbau kepada para pengguna untuk memastikan saldo uang elektronik mencukupi sebelum perjalanan, memanfaatkan aplikasi NITA untuk kemudahan transaksi, memastikan kondisi kendaraan prima, dan mematuhi batas kecepatan yang berlaku," tutur Anton Sujarwo.





