Bursa Asia Memerah Hari Ketiga, Harga Minyak Dunia Terkerek Konflik AS-Israel vs Iran

mediaindonesia.com
1 jam lalu
Cover Berita

PASAR saham di kawasan Asia-Pasifik kembali melemah untuk hari ketiga berturut-turut pada perdagangan Rabu pagi. Para investor kini dalam posisi waspada memantau perkembangan eskalasi perang antara Amerika Serikat (AS) dan Israel melawan Iran yang kian mencekam.

Penurunan paling tajam terjadi pada indeks Kospi Korea Selatan yang merosot lebih dari 8% di sesi pagi. Langkah serupa diikuti oleh indeks Nikkei 225 Jepang yang turun 3,6%, sementara ASX 200 Australia terpangkas 1,8%. Di sisi lain, harga minyak mentah Brent naik sekitar 0,7% di pasar Asia setelah sempat melonjak drastis dalam dua hari terakhir.

Kelumpuhan Jalur Energi Dunia

Konflik di Timur Tengah ini telah mengguncang pasar finansial dan memicu lonjakan harga energi global sepanjang pekan ini. Hal ini terjadi setelah sejumlah kapal di dekat jalur pelayaran vital, Selat Hormuz, menjadi sasaran serangan.

Baca juga : Trump Perintahkan US Navy Kawal Tanker Minyak di Selat Hormuz

Biasanya, sekitar seperlima pasokan minyak dan gas dunia mengalir melalui selat sempit yang memisahkan Iran dan Uni Emirat Arab (UEA) tersebut. Namun, lalu lintas pelayaran kini hampir lumpuh total menyusul ancaman Iran untuk "membakar" setiap kapal yang mencoba melintas.

Respons Donald Trump dan Jaminan Asuransi

Menanggapi krisis pasokan energi yang dipicu oleh perang, Presiden Donald Trump menyatakan Angkatan Laut AS (US Navy) akan melindungi kapal-kapal di kawasan tersebut "jika diperlukan".

Trump menegaskan bahwa Washington akan menyediakan asuransi risiko pelayaran guna memastikan stabilitas distribusi.

Baca juga : Spanyol Tolak Pangkalan Militernya Dipakai untuk Serang Iran, Trump Ancam Putus Hubungan Dagang

"Amerika Serikat akan menyediakan asuransi risiko dengan harga yang sangat wajar kepada semua perusahaan pelayaran di kawasan ini untuk memastikan ALIRAN ENERGI BEBAS ke DUNIA," ujar Trump pada Selasa waktu setempat.

Dampak pada Negara Eksportir

Kejatuhan pasar saham yang signifikan ini bermula sejak AS dan Israel melancarkan serangan ke Iran pada akhir pekan lalu. Teheran membalas dengan serangan balik di seluruh wilayah Timur Tengah, yang mengakibatkan gangguan besar pada pelayaran internasional dan penerbangan komersial.

Konflik ini memberikan beban berat bagi saham-maman di negara-negara yang bergantung pada ekspor seperti Korea Selatan dan Jepang. Kedua negara ini dinilai sangat rentan terhadap guncangan geopolitik yang mengancam jalur pengiriman barang global. (BBC/Z-2)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Hakim: Pihak Diuntungkan dari Suap Migor adalah Wilmar Group di Singapura
• 15 jam laludetik.com
thumb
Mengikis stigma untuk eliminasi penyakit terabaikan bernama kusta
• 8 jam laluantaranews.com
thumb
AS-Israel Serang Iran, Eks Menlu Sebut Indonesia dan Negara Lain Hadapi Dilema
• 2 jam lalukompas.com
thumb
851.500 Mitra Driver Online Dapat Bonus Lebaran, Anggaran Rp 220 Miliar
• 22 jam lalukumparan.com
thumb
5 Fakta Perkara Gajah Tanpa Kepala Akhirnya Diungkap Polda Riau
• 4 jam laludetik.com
Berhasil disimpan.