MAKASSAR, FAJAR – Mobilitas kendaraan di Kota Makassar diproyeksi akan meningkat jelang momentum Idulfitri 1447 Hijriah. Termasuk di ruas Jalan Tol Makassar.
Sebagai akses vital yang menghubungkan pusat bisnis, kawasan permukiman, hingga bandara, pihak pengelola Jalan Tol Makassar PT Makassar Metro Network (MMN) dan PT Makassar Airport Network (MAN) memprediksi pertumbuhan lalu lintas sekitar 6 persen, periode H-7 hingga H+7 Lebaran.
Direktur Utama PT Makassar Metro Network Ismail Malliungan menyampaikan, kondisi ini akan terjadi di Jalan Tol Ruas Seksi 1, 2, dan 3 yang dikelola MMN, maupun Ruas Seksi IV yang dikelola MAN.
Jika dibandingkan dengan karakteristik jalan tol antarkota di Jawa, Jalan Tol Makassar menunjukkan pola yang berbeda. Menjelang Lebaran, kendaraan dari luar kota cenderung masuk ke Makassar.
“Untuk belanja kebutuhan hari raya dan pengiriman barang (logistik). Sementara saat mendekati Hari Raya Idulfitri, kepadatan bergeser menjadi arus ke luar kota,” ujar Ismail, Rabu, 4 Maret 2026.
Berdasarkan data proyeksi, diperkirakan puncak arus mudik terjadi pada 18 Maret, dengan jumlah traffic mencapai 118.906 kendaraan per hari. Sedangkan puncak arus balik pada 28 Maret, diprediksi mencapai 117.853 kendaraan per hari.
“Jadi jumlah ini merupakan gabungan kedua ruas Jalan Tol Makassar, baik yang dikelola oleh PT MMN dan mau pun PT MAN. Jadi kami perkirakan waktu-waktu itulah yang akan menjadi puncaknya,” lanjutnya.
Untuk menjaga kelancaran di gerbang tol, mereka menyiapkan penggunaan Toll Lane Portable untuk membuka lajur darurat (temporary lane) saat terjadi kepadatan di gerbang tol.
Mereka juga menambah personel yang disiagakan, khusus periode ini, untuk memastikan layanan tetap prima 24 jam. Sesuai arahan Kementerian Pekerjaan Umum, tidak ada kegiatan konstruksi selama periode Lebaran.
Akan tetapi, mereka tetap menyiagakan personel, jika memang ada titik yang membutuhkan penanganan secara darurat.
“Kami menyiagakan tim teknik serta stok material yang cukup untuk mengantisipasi perbaikan darurat jika diperlukan. Seluruh sistem pengawasan berjalan optimal agar aktivitas ekonomi masyarakat tetap lancar di tengah momentum Lebaran,” jelasnya.
Sementara Direktur Utama PT Makassar Airport Network (MAN) Anton Sujarwo menekankan pentingnya kenyamanan pengendara selama perjalanan. Ini akan dilakukan melalui pengelolaan mobilitas yang adaptif dan berbasis data.
“Fokus utama kami adalah memberikan pengalaman berkendara yang nyaman bagi seluruh pengguna jalan tol, terutama di momen penting seperti mudik dan silaturahmi ini, melalui pengelolaan mobilitas yang adaptif dan berbasis data,” bebernya.
Kesiapan arus mudik-balik lebaran tahun ini merupakan bagian dari keberlanjutan kampanye strategis perusahaan bertajuk #TolnyaMakassar. Itu mengacu pada keberhasilan kampanye 2025 yang mencatatkan pertumbuhan pengguna Aplikasi NITA dan peningkatan trafik yang konsisten.
“Tahun ini kami melangkah ke fase penguatan keterlibatan masyarakat (engagement). Tentunya dengan menonjolkan sentuhan lokal dan interaksi yang lebih mendalam dengan pengguna jalan,” ucapnya.
Pengguna jalan tol diimbau senantiasa memastikan saldo uang elektronik mencukupi sebelum perjalanan, memanfaatkan Aplikasi NITA untuk kemudahan transaksi, memastikan kondisi kendaraan prima, serta selalu mematuhi batas kecepatan yang berlaku di jalan tol demi keselamatan bersama.
“Memang kami menyediakan outlet pengisian manual juga. Tetapi di sana sebenarnya kami ingin kampanye, bahwa transaksi sudah kian mudah dengan menggunakan ponsel. Cuma memang 20 persen pengguna jasa kami belum melek dengan hal itu,” ucapnya.
41 Gardu
Sementara Direktur Operasi Jalan Tol Makassar, Syaiful menyampaikan, seluruh ruas jalan tol yang mereka kelola sepanjang 24,85 km. Itu didukung oleh 41 gardu tol (otomatis dan hybrid), serta armada pelayanan seperti kendaraan derek, ambulans, dan unit patroli.
“Kami juga melakukan pemantauan waktu nyata (real-time) melalui CCTV. Jadi CCTV kami ini sudah terintegrasi juga, makanya terus dilakukan untuk merespon cepat setiap gangguan yang terjadi di lapangan,” ucap Syaiful.
Terkait dengan pemberitahuan mengenai diskon tarif tol untuk ruas jalur mudik yang disampaikan oleh pemerintah, Jalan Tol Makassar sebagai jalan tol dalam kota dengan karakteristik pengguna komuter tidak termasuk dalam kategori ruas yang menerapkan diskon tersebut.
“Jalan Tol Makassar saat ini berfokus pada peningkatan kualitas pelayanan, guna menjaga kelancaran aktivitas masyarakat Makassar dalam menyambut Lebaran,” ucapnya.
Sedangkan untuk tarif tol, saat ini masih tetap pada tiga kategori, dengan lima kategori kendaraan. “Kalau tarif di pintu masuk itu Rp11.000 sedangkan di gerbang dalam itu Rp15.000,” jelasnya. (wid/zuk)
Arus Lebaran
di Jalur Tol
Puncak Mudik : 18 Maret 2026
Jumlah Kendaraan : 118.906
LHR H-7 : 93,253
LHR H+7 : 91,989
Persentase : Naik 10,7 Persen dibanding tahun sebelumnya
Panjang Tol: 24,85 Km
PT MMN : 10,08 Km
PT MAN : 14,77 Km
Jumlah Gerbang : 10 Gate
PT MMN : 5 Gate
PT MAN : 5 Gate
Trafik Distribusi
2020 : 66,051
2021 : 74,958
2022 : 90,394
2023 : 93,213
2024 : 93,704
2025 : 96,035
2026 : 95,905
Jumlah Booth Tol
- GTO: 23
- Hybrid :18
Jumlah Ruas : 4 District, 14 Sub-District
On Ramp : 11
Off Ramp : 13
Prioritas Titik Kendali Operasi
- Titik Pengendalian 1 : Seksi 1
- Titik Pengendalian 2 : Seksi 3 ruas arteri bawah
- Titik Pengendalian 3 : Seksi 2 dan Layang Seksi 3
- Titik Pengendalian 4 : Seksi 4
Unit Kendaraan Layanan
Patroli 801
- Pelayanan lalu lintas, pengawasan, pengaturan lalu lintas, mendeteksi dan mengendalikan gangguan, dan memberikan laporan
- Rute : Seksi 4 dan MNP
- Status : Beroperasi
Patroli 802 - Pelayanan lalu lintas, pengawasan, pengaturan lalu lintas, mendeteksi dan mengendalikan gangguan, dan memberikan laporan
- Rute : 1-2 dan 3
- Status : Beroperasi
Patroli 803 - Pelayanan lalu lintas, pengawasan, pengaturan lalu lintas, mendeteksi dan mengendalikan gangguan, dan memberikan laporan
- Rute : Seksi 1,2,3, dan 4
- Status : Beroperasi
Ambulance - Pertolongan pertama dan evakuasi korban kecelakaan di jalan tol. Dengan peralatan medis darurat dan tenaga medis yang terlatih
- Status : Beroperasi
Derek - Pelayanan Lalu-Lintas bagi Kendaraan yang mengalami gangguan di seluruh area Tol sesuai Standar Pelayanan Minimal
- Jumlah Unit : 2 Beroperasi (Kapasitas 20 ton dan 3 ton)
- Status : Beroperasi
Rescue - Penanganan Kendaraan Kecelakaan di Jalan Tol dan Penggunaan Peralatan Rescue untuk Mendukung Evakuasi Cepat dan Penyelamatan Korban
- Status : Beroperasi





