Gagalnya Penyelundupan 3 Ton Sisik Trenggiling Bernilai Rp 138 Miliar

kompas.com
14 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, KOMPAS.com - Bea Cukai Tanjung Priok menggagalkan penyelundupan sisik trenggiling (Manis javanica) sebanyak tiga ton atau 3.053 kilogram di Jakarta International Container Terminal (JICT), Tanjung Priok, Jakarta Utara.

Kepala KPU Bea Cukai Tanjung Priok Adhang Noegroho Adhi mengungkapkan, sisik trenggiling seberat 3 ton tersebut diperkirakan bernilai Rp 183 miliar.

Baca juga: Bea Cukai Masih Telusuri Dalang Penyelundupan 3 Ton Sisik Trenggiling

Nilai tersebut dihitung berdasarkan estimasi harga pasar sekitar Rp 60 juta per kilogram.

"3.053 kilogram sisik trenggiling tersebut, ini memiliki nilai jual kurang lebih sekitar Rp 60 juta per kilogram. Sehingga perkiraan total nilai barangnya mencapai Rp 183 miliar," ungkapnya dalam sesi konferensi pers di Bea Cukai Pelabuhan Tanjung Priok, Rabu (4/3/2026).

Kronologi Pengungkapan

Adhang menjelaskan, pembongkaran ekspor ilegal satwa dilindungi ini bermula saat pihak bea cukai melakukan analisis hasil pemindaian peti kemas.

Mulanya eksportir mengajukan dokumen Pemberitahuan Ekspor Barang (PEB) dengan dua jenis barang, yaitu mi instan dan teripang.

Petugas kemudian melakukan analisis dokumen, dilanjutkan pemindaian barang menggunakan X-Ray.

"Namun ditemukan adanya tiga bagian ruang (barang), sehingga diduga terdapat barang yang tidak diberitahukan dalam ekspor tersebut," ucapnya.

Baca juga: Kronologi Terungkapnya Penyelundupan 3 Ton Sisik Trenggiling di Tanjung Priok

Dari hasil pemeriksaan peti kemas pada Rabu (18/2/2026), bagian depan diisi dengan kardus mi instan sementara di bagian belakangnya ditemukan 99 karton berisi sisik hewan satwa trenggiling.

Selain sisik trenggiling, petugas juga menemukan 51 karung teripang dengan berat total 1.530 kilogram serta 300 karton mi instan dengan berat sekitar 1.200 kilogram.

Rencana Dikirim ke Kamboja

Adhang menjelaskan, dalam dokumen Pemberitahuan Ekspor Barang (PEB), tujuan ekspor tercantum ke Kamboja.

"Tujuan utama ekspor ini di Kamboja. Kamboja. Di data dokumen PEB itu tertulis tujuannya Kamboja," ujarnya.

Namun, pihaknya masih mendalami eksportir yang mengajukan dokumen tersebut.

Ia mengatakan, berdasarkan penelusuran awal, perusahaan tersebut baru pertama kali melakukan ekspor.

"Tapi kita masih mendalami yang di dalam negeri, PT yang memberitahukan itu kan baru pertama kali (ekspor)," katanya.

.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }

Baca juga: 3 Ton Sisik Trenggiling Diselundupkan, Kerap Jadi Campuran Bahan Kosmetik


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Fairuz A Rafiq Kaget, sang Kakak Terseret dalam Kasus Korupsi: Saya Tidak Tahu Menahu
• 12 jam lalugrid.id
thumb
Bupati Pekalongan Fadia Arafiq Hanya Jalankan Fungsi Seremonial saat Menjabat, Tugasnya Diserahkan ke Sekretaris Daerah
• 12 jam lalutvonenews.com
thumb
IHSG Dibuka Cerah, Bursa Asia Kompak Naik Semua
• 12 jam lalukumparan.com
thumb
AHY Ungkap Isi Pertemuan Prabowo, Jokowi, dan SBY Bahas Dampak Timur Tengah
• 23 jam lalukumparan.com
thumb
Tim SAR Kerahkan Drone dalam Pencarian Korban Banjir Lahar Hujan Merapi, Petakan Endapan Material
• 2 jam lalukompas.tv
Berhasil disimpan.