MAGELANG, KOMPAS.TV – Tim pencarian dan pertolongan atau search and rescue (SAR) gabungan mengerahkan drone dan anjing pelacak K9 dalam pencarian korban terseret banjir lahar hujan Gunung Merapi, di Magelang.
Komandan SAR Gabungan, Arif Yulianto menjelaskan, anjing pelacak yang dikerahkan merupakan unit K9 milik Polresta Magelang.
Pengerahan anjing pelacak tersebut untuk mendeteksi keberadaan korban yang dicurigai tertimbun material.
Anjing-anjing tersebut menyisir area yang telah dipetakan sebelumnya berdasarkan laporan saksi dan temuan di lapangan.
Baca Juga: Hujan Deras Sebabkan Banjir Lahar Hujan Merapi, Truk Terseret dan 4 Orang Hilang | SAPA MALAM
"Ada beberapa metode yang pertama kita menggunakan K9, kemudian kita penyisiran manual itu kita menggunakan, personel menusuk-nusuk.Ya, untuk drone kita juga gunakan, tujuannya adalah untuk memetakan wilayah sepanjang Sungai Senowo," katanya, seperti dikutip Antara.
Pihaknya melakukan upaya tersebut menyusul sulitnya medan pencarian akibat timbunan material pasir, batu, dan lumpur setebal hingga beberapa meter di beberapar titik.
Arus lahar yang deras juga menyebabkan perubahan kontur sungai, sehingga menyulitkan identifikasi lokasi korban.
Hingga saat ini masih dua korban belum ditemukan dalam kejadian tersebut,
Sedangkan drone yang diterbangkan secara berkala digunakan untuk pemantauan visual dari udara dan memetakan wilayah terdampak.
Penulis : Kurniawan Eka Mulyana Editor : Deni-Muliya
Sumber : Antara
- banjir lahar gunung merapi
- banjir lahar hujan
- gunung merapi
- magelang
- banjir lahar merapi





