Pemerintah Diminta Siapkan Skenario Mitigasi saat Selat Hormuz Ditutup

idxchannel.com
10 jam lalu
Cover Berita

Jalur energi strategis di dunia itu akan berpengaruh pada stabilitas ekonomi global termasuk Indonesia.

Pemerintah Diminta Siapkan Skenario Mitigasi saat Selat Hormuz Ditutup

IDXChannel - DPR RI meminta pemerintah untuk mempersiapkan segala kemungkinan usai jalur pelayaran Selat Hormuz ditutup. Pasalnya, jalur energi strategis di dunia itu akan berpengaruh pada stabilitas ekonomi global termasuk Indonesia.
 
"Penutupan Selat Hormuz bukan isu regional semata, tetapi berdampak luas pada rantai pasok energi dunia. Pemerintah harus bersiap menghadapi segala kemungkinan," kata Anggota Komisi I DPR RI, Amelia Anggraini, Kamis (5/3/2026).

Dia menambahkan, Indonesia merupakan negara net importir minyak hingga saat ini. Dengan demikian, kenaikan harga global akan langsung berdampak pada beban subsidi energi hingga APBN.

Baca Juga:
Irak Pangkas Produksi Minyak Imbas Iran Tutup Selat Hormuz

"Kondisi ini harus diantisipasi sejak dini agar tidak memberikan tekanan berlebihan terhadap fiskal negara dan daya beli masyarakat," tegas Amelia.

Dia meminta pemerintah melakukan penguatan koordinasi lintas kementerian guna memitigasi dampak fiskal.

Baca Juga:
Trump Perintahkan Militer AS Kawal Kapal di Selat Hormuz

Tak hanya itu, pemerinta juga diharapkan memastikan pengamanan cadangan energi nasional, termasuk optimalisasi cadangan operasional BBM dan menjaga stabilitas distribusi dalam negeri.

Pasalnya, kata dia, diversifikasi sumber pasokan energi, baik melalui kontrak jangka panjang maupun alternatif rute distribusi, juga dinilai krusial untuk mengurangi ketergantungan pada kawasan terdampak konflik.

Baca Juga:
Harga Minyak WTI Naik Tipis, Pasar Cermati Dampak Konflik Iran dan Selat Hormuz

Dia juga turut mengingatkan perlunya pemerintah menyiapkan skenario kontinjensi APBN, termasuk penyesuaian asumsi harga minyak Indonesia Crude Price (ICP) apabila eskalasi berlangsung berkepanjangan.

Di tingkat internasional, ia mendorong diplomasi aktif melalui jalur bilateral maupun multilateral guna menjaga stabilitas kawasan serta menjamin kebebasan navigasi sesuai hukum internasional. 

Baca Juga:
Pertamina Buka Suara soal Nasib Dua Kapalnya yang Terjebak di Selat Hormuz

"Situasi ini tidak boleh direspons secara reaktif. Pemerintah perlu menyiapkan skenario mitigasi yang matang agar ketahanan energi dan stabilitas ekonomi nasional tetap terjaga. Kepentingan utama kita adalah memastikan masyarakat tidak menjadi pihak yang paling terdampak dari dinamika geopolitik global," kata Amelia.

(Nur Ichsan Yuniarto)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Jadwal Imsak dan Buka Puasa Kamis 5 Maret 2026 di Jakarta, Bandung, dan Yogyakarta
• 23 jam lalukompas.tv
thumb
Klarifikasi Gubernur Jateng Soal Kabar Sedang Bersama Bupati Pekalongan Saat OTT KPK
• 18 jam lalujpnn.com
thumb
Mahasiswa Undip Dianiaya 30 Teman: Dilaporkan Soal Kasus Pelecehan 3 Mahasiswi
• 22 jam lalukumparan.com
thumb
Presiden Prabowo dan PM Jepang Direncanakan Bertemu Akhir Maret
• 5 jam lalutvrinews.com
thumb
Pelni Menyiapkan 751.550 Tiket Demi Menyukseskan Angkutan Lebaran
• 15 jam lalujpnn.com
Berhasil disimpan.