Mojtaba Khamenei: Sosok Calon Pemimpin Tertinggi Iran

tvrinews.com
13 jam lalu
Cover Berita

Penulis: Fityan

TVRINews - Teheran

Pasca-serangan di Teheran, putra kedua mendiang Ayatollah Ali Khamenei muncul sebagai kandidat kuat penerus takhta.

Di tengah eskalasi konflik yang melibatkan Amerika Serikat dan Israel, nama Mojtaba Khamenei kini menjadi pusat perhatian dunia. 

Putra kedua dari mendiang Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, disebut-sebut sebagai kandidat terkuat untuk mengisi kekosongan kekuasaan di Republik Islam tersebut.

Kematian Ayatollah Ali Khamenei dalam serangan udara yang menargetkan kompleks kediamannya di Teheran pada Sabtu 28 Februari 2026 lalu telah memicu krisis kepemimpinan yang belum pernah terjadi sebelumnya. 

Meski otoritas lokal belum memberikan pengumuman resmi terkait suksesi, berbagai laporan media internasional menempatkan Mojtaba, seorang ulama garis keras berusia 56 tahun, di posisi terdepan.

Profil di Balik Layar

Berbeda dengan ayahnya, Mojtaba Khamenei adalah sosok yang jarang tampil di publik. Selama puluhan tahun, ia lebih banyak bergerak di lingkaran dalam kekuasaan tanpa pernah menduduki jabatan publik melalui proses pemilihan. 

Meski demikian, ia dikenal memiliki pengaruh besar dan hubungan yang sangat erat dengan Korps Garda Revolusi Islam (IRGC).

"Naiknya Mojtaba ke tampuk kekuasaan akan menjadi sinyal bahwa faksi garis keras masih memegang kendali penuh atas stabilitas Iran," tulis laporan analisis  yang memantau dinamika politik di Teheran. Hal ini juga mengindikasikan kecilnya peluang negosiasi dengan pihak Barat dalam waktu dekat. Kutip al Jazeera.

Namun, langkah menuju kursi kepemimpinan tertinggi ini bukan tanpa tantangan. Isu pembentukan "dinasti" menjadi topik sensitif di Iran, mengingat revolusi tahun 1979 dilakukan justru untuk menumbangkan sistem monarki Pahlavi.

Kontroversi dan Tantangan Yudisial

Nama Mojtaba sering dikaitkan oleh kelompok oposisi dengan tindakan represif terhadap aksi protes massa, termasuk gerakan Green Movement pada tahun 2009. Selain itu, ia saat ini berada di bawah daftar sanksi Amerika Serikat dan Barat.

Laporan media ekonomi seperti Bloomberg juga pernah menyoroti dugaan keterlibatan jaringan bisnisnya dalam sektor keuangan yang kompleks, meskipun hingga kini tidak ada bukti transaksi langsung yang mencantumkan namanya secara eksplisit.

Dari sisi religius, status Mojtaba sebagai Hojatoleslam (ulama tingkat menengah) sempat dipertanyakan karena ia belum mencapai gelar Ayatollah. 

Namun, preseden sejarah menunjukkan bahwa hukum dapat disesuaikan, sebagaimana yang terjadi pada mendiang ayahnya saat naik tahta pada tahun 1989.

Saat ini, pemerintahan transisi dipegang oleh dewan tiga anggota yang terdiri dari:

•    Alireza Arafi (Anggota Dewan Garda)
•    Gholam-Hossein Mohseni-Ejei (Kepala Kehakiman)
•    Masoud Pezeshkian (Presiden Iran)

Sesuai konstitusi, Majelis Ahli yang beranggotakan 88 ulama bertanggung jawab untuk menetapkan Pemimpin Tertinggi yang baru.

Editor: Redaksi TVRINews

Komentar
1000 Karakter tersisa
Kirim
Komentar

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Cuaca Ekstrem, ASDP Siapkan Kapal Tunda di Titik Krusial Mudik 2026
• 8 jam lalubisnis.com
thumb
Meski Kalahkan Banyak Jawara UFC, Alex Pereira Masih Diremehkan Pendatang Baru: Dia Tidak Pernah
• 18 jam lalutvonenews.com
thumb
Prediksi BRI Super League, Persik Vs PSBS: Ketika Macan Putih Tak Garang Lagi di Kandang
• 13 jam lalubola.com
thumb
Spoiler Alert! Adegan Favorit Hanung Bramantyo Ini Bakal Tayang di Bumi Manusia Extended
• 12 jam lalugrid.id
thumb
Rentetan Ledakan Menggema di Langit Ibu Kota Qatar, Asap Mengepul
• 3 jam laludetik.com
Berhasil disimpan.