Bisnis.com, JAKARTA — PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) telah menyiapkan mitigasi cuaca ekstrem selama masa angkutan mudik Lebaran 2026.
Direktur Utama ASDP Heru Widodo mengatakan cuaca ekstrem masih masih mungkin terjadi pada periode mudik. ASDP terus berkoordinasi dengan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).
Berdasarkan prediksi BMKG, lanjutnya, potensi hujan dengan intensitas tinggi masih perlu diwaspadai di sejumlah wilayah, termasuk Jawa, Bali, Nusa Tenggara hingga Papua Pegunungan.
Selain itu, pada periode Maret hingga April diperkirakan terjadi gelombang laut kategori sedang dengan ketinggian sekitar 1,25 hingga 2,5 meter di perairan selatan Jawa sampai Nusa Tenggara Timur.
"Sebagai langkah mitigasi, ASDP menyiagakan kapal tugboat untuk membantu manuver kapal saat menghadapi angin kencang dan arus kuat," kata Heru dalam siaran pers, Kamis (5/3/2026).
Di lintasan Ketapang–Gilimanuk, jumlah kapal yang beroperasi juga ditingkatkan dari 28 hingga 32 unit guna memperkuat kapasitas layanan serta menjaga kelancaran arus kendaraan dan penumpang selama periode trafik tinggi.
Baca Juga
- Mudik Lebaran 2026: ASDP Proyeksikan Penumpang Naik 10% di Lintas Jawa-Bali
- Mudik Lebaran 2026: ASDP Tebar Diskon Tarif Penyeberangan hingga 50%
- Viral Sewa Matras di Kapal Penyebrangan Bali-Lombok, ASDP: Itu Kapal Swasta
Pada Angkutan Lebaran 2026, mobilitas masyarakat diproyeksikan meningkat signifikan. Secara nasional, ASDP memperkirakan total pergerakan mencapai sekitar 5,8 juta penumpang dan 1,4 juta kendaraan. Khusus lintasan Jawa menuju Bali, jumlah penumpang diprediksi tumbuh sekitar 10% dan kendaraan meningkat 9,3% dibandingkan periode sebelumnya.
Sementara arus sebaliknya dari Bali menuju Jawa juga diproyeksikan meningkat dengan pertumbuhan sekitar 9,5% pada penumpang dan 8,7% pada kendaraan.
Corporate Secretary ASDP Windy Andale menjelaskan bahwa untuk mendukung kelancaran operasional tersebut, ASDP bersama pemangku kepentingan menyiapkan 350 personel di Pelabuhan Ketapang dan 250 personel di Pelabuhan Gilimanuk yang akan disiagakan di pelabuhan, buffer zone, serta titik krusial lainnya.
Windy juga mengimbau masyarakat untuk merencanakan perjalanan lebih awal dengan membeli tiket melalui platform resmi Ferizy yang sudah dapat dipesan sejak H-60 sebelum keberangkatan.
“Hindari pembelian tiket melalui calo dan pastikan data diri diisi sesuai identitas agar proses perjalanan berjalan lancar,” ujarnya.





