DEPOK, KOMPAS.com - Sebuah video seseorang melaporkan pengait rel lintasan kereta yang hilang di dekat Stasiun Citayam, Kota Depok, beredar di media sosial.
Video yang diunggah akun @faturahman_faqih menunjukkan beberapa contoh pengait rel yang disebutnya hilang.
Di video, perekam juga tampak ditemani seorang anak laki-laki yang duduk di tepi lintasan kereta.
“Hilang nih, KAI. Ini ada lagi, nih,” ucap perekam video.
Baca juga: Sirene Sudah Meraung, Palang Turun, Pengendara Masih Nekat Terobos Rel Kereta
“Nih hilang nih, ada banyak yang hilang yang kayak gini. Di sana ada lagi,” sambung dia.
Terpisah, Manajer Humas KAI Daop 1 Jakarta Franoto Wibowo mengatakan, petugas telah mengecek ke lokasi.
Ia memastikan perjalanan kereta api di lintasan itu masih aman.
“Menanggapi beredarnya video di media sosial yang menyampaikan adanya beberapa pendrol atau pengait rel yang hilang, PT KAI Daop 1 Jakarta memastikan bahwa perjalanan kereta api tetap aman dan terkendali,” kata Franoto dalam keterangannya, Kamis (5/3/2026).
Secara rutin, petugas KAI akan memeriksa jalur rel terhadap komponen seperti bantalan atau pedrol. Para petugas akan langsung menindaklanjuti jika ditemukan adanya komponen yang harus diganti sesuai standar berlaku.
Hal ini telah menjadi standar operasi yang dijalani KAI sebagai bentuk pengawasan rutin dan berlapis demi memastikan prasarana terkonfirmasi aman untuk dilalui kereta.
Ia menekankan, sistem konstruksi jalur kereta api memiliki standar teknis dan toleransi yang telah diperhitungkan.
Baca juga: KAI Daop 1 Jakarta Ingatkan Bahaya Ngabuburit di Sekitar Rel Kereta Api
Sehingga, komponen pengikat rel yang hilang tidak akan langsung menggangu operasional.
“Apabila ditemukan beberapa komponen pengikat rel yang berkurang, kondisi tersebut tetap berada dalam parameter aman untuk operasional, selama masih dalam batas toleransi yang ditetapkan,” ujar Franoto.
Ia juga mengingatkan warga untuk tidak bermain di area pelintasan kereta.
“KAI menyoroti aksi pengambilan video yang terlihat dua anak kecil berada di jalur kereta api yang merupakan aksi yang sangat berbahaya,” ujar Franoto.
“KAI juga mengimbau kepada masyarakat untuk tidak berada di area jalur kereta api tanpa kepentingan dan kewenangan yang sah,” sambung dia.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang




