Grid.ID - Kronologi markas petasan meledak di Ponorogo gegerkan warga. Peristiwa tersebut bahkan sampai menewaskan bocah SMP.
Usut punya usut, kejadian tersebut diketahui terjadi di rumah warga bernama bernama Minten di Dusun Cuwet, Desa Plosojenar, Kecamatan Kauman, Kabupaten Ponorogo
Kronologi Markas Petasan Meledak di Ponorogo
Mulanya, dari kesaksian warga yang bernama Bonari, ledakan terjadi pada Minggu (1/3/2026). Saat itu ia mendengar dan melihat dengan mata kepalanya sendiri kerasnya ledakan petasan itu.
“Bukan keras lagi, soalnya rumah saya dekat. Kirain ban meletus nggak tahunya asap mengepul. Keras banget, dahsyat, ujar Bonari dikutip Grid.ID dari TribunJatim.com, Rabu (4/3/2026).
Bonari juga membeberkan bahwa rumah Minten setiap menjelang lebaran selalu dijadikan markas untu membuat petasan maupun balon udara tanpa awak. Bahkan meski sudah diingatkan, Minten tidak menggubris.
“Dapat bahan peledak darimana? Kurang tahu itu masih ditelusuri infonya itu. Di sini jadi markas. Jelang Lebaran, sudah sering diperingatkan, tapi tidak digubris,” imbuhnya.
Warga juga menyebut rumah Minten sebagai markas pembuatan petasan hingga akhirnya kini berakhir ledakan memakan korban.
"Kami menyebutnya markas. Bukan sekali dua kali, sudah sering terjadi selalu bikin merakit petasan," ungkap Bonari.
Ya, insiden ledakan petasan di rumah Minten itu akhirnya memakan 3 korban. Dan salah satunya dipastikan meninggal dunia.
Hal tersebut juga telah dikonfirmasi oleh Kasatreskrim Polres Ponorogo, Jawa Timur AKP Imam Mujali.
"Ada 3 korban, 1 meninggal dunia dan 2 mengalami luka," kata Imam dikutip Grid.ID dari Kompas.com.
Terungkap pula, korban meninggal dunia diketahui bernama Rifai Kurnia Putra. Yang merupakan anak pemilik rumah yang masih duduk di bangku SMP.
"Korban yang meninggal dunia di lokasi kejadian adalah anak pemilik rumah," imbuh Imam.
Sedangkan korban lainnya yakni Ahmad Fatoni, warga Desa Morosari, Kecamatan Sukorejo, Kabupaten Ponorogo dan Hindar Agusta, warga Desa Plosojenar, Kecamatan Kauman, keduanya mengalami luka bakar.
"A mengalami luka bakar 90 persen dan korban H mengalami luka bakar 16 persen. Keduanya saat ini dirawat di RSUD Harjono," imbuh Imam.
Sementara itu, terkait kasus kronologi markas petasan meledak di Ponorogo, kejadian diketahui terjadi menjelang waktu berbuka puasa. Tempat kejadian perkara bahkan mengalami kerusakan parah.
Dimana rangka arap dan genting mengalami kerusakan dimana hampir seluruh genting berantakan, sementara kayu kusen dan pintu mengalami kerusakan total. (*)
Artikel Asli




