Kronologi Markas Petasan Meledak di Ponorogo hingga Tewaskan Bocah SMP, Ternyata Sering Ditegur Tetangga

grid.id
11 jam lalu
Cover Berita

Grid.ID - Kronologi markas petasan meledak di Ponorogo gegerkan warga. Peristiwa tersebut bahkan sampai menewaskan bocah SMP.

Usut punya usut, kejadian tersebut diketahui terjadi di rumah warga bernama bernama Minten di Dusun Cuwet, Desa Plosojenar, Kecamatan Kauman, Kabupaten Ponorogo

Kronologi Markas Petasan Meledak di Ponorogo

Mulanya, dari kesaksian warga yang bernama Bonari, ledakan terjadi pada Minggu (1/3/2026). Saat itu ia mendengar dan melihat dengan mata kepalanya sendiri kerasnya ledakan petasan itu.

“Bukan keras lagi, soalnya rumah saya dekat. Kirain ban meletus nggak tahunya asap mengepul. Keras banget, dahsyat, ujar Bonari dikutip Grid.ID dari TribunJatim.com, Rabu (4/3/2026).

Bonari juga membeberkan bahwa rumah Minten setiap menjelang lebaran selalu dijadikan markas untu membuat petasan maupun balon udara tanpa awak. Bahkan meski sudah diingatkan, Minten tidak menggubris.

“Dapat bahan peledak darimana? Kurang tahu itu masih ditelusuri infonya itu. Di sini jadi markas. Jelang Lebaran, sudah sering diperingatkan, tapi tidak digubris,” imbuhnya.

Warga juga menyebut rumah Minten sebagai markas pembuatan petasan hingga akhirnya kini berakhir ledakan memakan korban.

"Kami menyebutnya markas. Bukan sekali dua kali, sudah sering terjadi selalu bikin merakit petasan," ungkap Bonari.

Ya, insiden ledakan petasan di rumah Minten itu akhirnya memakan 3 korban. Dan salah satunya dipastikan meninggal dunia.

Hal tersebut juga telah dikonfirmasi oleh Kasatreskrim Polres Ponorogo, Jawa Timur AKP Imam Mujali.

 

"Ada 3 korban, 1 meninggal dunia dan 2 mengalami luka," kata Imam dikutip Grid.ID dari Kompas.com.

Terungkap pula, korban meninggal dunia diketahui bernama Rifai Kurnia Putra. Yang merupakan anak pemilik rumah yang masih duduk di bangku SMP.

"Korban yang meninggal dunia di lokasi kejadian adalah anak pemilik rumah," imbuh Imam.

Sedangkan korban lainnya yakni Ahmad Fatoni, warga Desa Morosari, Kecamatan Sukorejo, Kabupaten Ponorogo dan Hindar Agusta, warga Desa Plosojenar, Kecamatan Kauman, keduanya mengalami luka bakar.

"A mengalami luka bakar 90 persen dan korban H mengalami luka bakar 16 persen. Keduanya saat ini dirawat di RSUD Harjono," imbuh Imam.

Sementara itu, terkait kasus kronologi markas petasan meledak di Ponorogo, kejadian diketahui terjadi menjelang waktu berbuka puasa. Tempat kejadian perkara bahkan mengalami kerusakan parah.

Dimana rangka arap dan genting mengalami kerusakan dimana hampir seluruh genting berantakan, sementara kayu kusen dan pintu mengalami kerusakan total. (*)

 

Artikel Asli


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Lowongan Kerja Pegadaian Maret 2026 Dibuka untuk S1 Berbagai Jurusan, Ini Posisi dan Cara Daftarnya
• 3 jam lalukompas.tv
thumb
Ganjil Genap Saat Nyepi dan Idul Fitri 18-24 Maret di Jakarta Ditiadakan
• 1 jam lalukumparan.com
thumb
Angin Duduk Itu Mitos, Dokter Tegaskan Itu Serangan Jantung
• 15 jam laluviva.co.id
thumb
Tembus Rp396 Miliar, Pramono Minta Dana Zakat DKI Disalurkan ke Warga tak Mampu
• 6 jam lalumediaindonesia.com
thumb
Bekti Sutikna, Super Scalper yang Ternyata Koleksi Saham TECH
• 8 jam laluidxchannel.com
Berhasil disimpan.