Donald Trump: Iran Runtuh dari Dalam, Banyak Tokoh Tak Terduga Menyerah

erabaru.net
10 jam lalu
Cover Berita

EtIndonesia. Laporan New Tang Dynasty pada 4 Maret 2026 menyebutkan, Presiden Amerika Serikat Trump mengatakan bahwa militer AS telah melancarkan gelombang serangan kedua terhadap kepemimpinan Iran. Dampaknya, kondisi internal Iran mulai kolaps, dan banyak pihak yang tak disangka-sangka kini ingin menyerah.

Pada hari itu, Trump bertemu dengan Kanselir Jerman Friedrich Merz di Gedung Putih dan membahas isu Iran, perdagangan, serta perang Rusia–Ukraina. Kepada media, Trump mengatakan bahwa sebelumnya ia memandang sejumlah pejabat Iran sebagai calon pemimpin baru negara tersebut, namun sebagian besar dari mereka kini telah tewas.

“Seperti yang Anda ketahui, dalam gelombang serangan pertama, 49 orang telah dieliminasi. Dan hari ini, tampaknya kami kembali melakukan serangan terhadap kepemimpinan baru mereka, dengan hasil yang sangat signifikan,” ujar Trump. Ia menambahkan bahwa menurut laporan, kepemimpinan baru Iran kemungkinan juga telah tewas. “Jadi gelombang ketiga akan segera datang. Dalam waktu dekat, mungkin kita bahkan tidak akan mengenali siapa pun lagi.”

他们的导弹快打光了。

川普披露“史诗狂怒”行动的最新进展。
对手几乎所有家当,都被端掉了。
防空系统没了。
侦测设施也没了。

更蠢的是什么?
他们居然去打中立国。
那些原本置身事外的邻居,现在成了死敌。
这是一种什么样的战略自杀?

他们还专挑民用目标下手。
酒店、公寓楼。… pic.twitter.com/iWPAA1sHOG

— 战斗室 (@7warroom) March 3, 2026

Pada 3 Maret, Angkatan Udara Israel menyerang sebuah gedung di Kota Qom, Iran, saat Majelis Ahli Iran (Assembly of Experts) yang terdiri dari para ulama sedang menggelar rapat untuk memilih pemimpin tertinggi baru. Video yang beredar di internet menunjukkan bahwa gedung tersebut hampir sepenuhnya hancur.

Pejabat pertahanan Israel menyatakan bahwa Majelis Ahli memiliki 88 anggota, namun hingga kini belum diketahui berapa banyak yang berada di lokasi saat serangan terjadi.

Geolocation of the building struck today in this video in the Iranian city of Qom. 34.62534, 50.87639
The building belongs to the "Assembly of Religious Experts" who select the next Islamic Revolutions' Supreme Leader.https://t.co/nH9hNR5Tou pic.twitter.com/TgUGCYmmhv

— Mehdi H. (@mhmiranusa) March 3, 2026

Trump menegaskan bahwa para petinggi Iran yang tewas adalah “orang-orang jahat” yang dalam tiga minggu terakhir telah membantai sekitar 35.000 demonstran Iran. Kini, menurutnya, para pemimpin utama mereka telah disingkirkan.

“Iran mulai runtuh dari dalam. Banyak orang—bahkan yang tak pernah Anda bayangkan—ingin menyerah. Mereka mencari segala macam jalur, berharap mendapatkan pengampunan,” kata Trump. “Mungkin pada suatu titik mereka akan menghentikan perlawanan dan meletakkan senjata. Kita tunggu saja.”

U.S. Navy guided-missile destroyers are delivering unrelenting, overwhelming firepower from regional waters. DAY and NIGHT. pic.twitter.com/3YTiFkFc1V

— U.S. Central Command (@CENTCOM) March 3, 2026

Ia juga menekankan bahwa operasi militer akan terus berlanjut. Trump menyebut kekuatan militer AS saat ini berada jauh di atas negara mana pun di dunia. Menurutnya, Iran telah kehilangan segalanya: persediaan rudal menurun drastis, sistem pertahanan udara lumpuh, dan seluruh fasilitas deteksi telah dihancurkan.

Disebutkan pula bahwa pada 28 Februari, pasukan gabungan AS–Israel melancarkan serangan udara ke Iran dan menewaskan Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei. Pada 1 Maret, Trump merilis pernyataan video yang mengungkapkan bahwa ribuan perwira militer Iran telah menelepon Amerika Serikat untuk menyerah.

Trump mendesak Garda Revolusi Iran, militer Iran, dan kepolisian agar meletakkan senjata dan menerima pengampunan penuh. Jika tidak, mereka akan menghadapi “kematian yang tak terelakkan.”

The Iranian regime's killer drones have been a menace in the Middle East for years. These drones are no longer a tolerable risk. pic.twitter.com/76yhDKI6OW

— U.S. Central Command (@CENTCOM) March 3, 2026

“Ini akan menjadi kematian yang sudah ditakdirkan, dan pemandangannya tidak akan indah,” tegasnya.

Laporan gabungan oleh reporter Luo Tingting / Editor Wen Hui


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Fitch Revisi Outlook RI Jadi Negatif, Ini Respons BI
• 23 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
Kemendag & Eksportir Rumuskan Langkah Antisipatif Hadapi Gejolak Iran vs Israel-AS
• 2 jam lalubisnis.com
thumb
Amerika Akui Tak Mampu Hadapi Drone-drone Iran
• 6 jam lalusuara.com
thumb
Yenny Wahid Jelaskan Awal Kasus Pelecehan Pelatih Panjat Tebing Terungkap
• 23 jam lalukumparan.com
thumb
Gaspoll Sahur: Jempol yang Bisa Memfitnah
• 1 jam lalumetrotvnews.com
Berhasil disimpan.