Harga emas naik pada Kamis (4/3), karena konflik di Timur Tengah yang meluas mendorong investor memiliki aset safe-haven ini. Sementara kurs dolar AS yang lebih lemah juga memberikan dukungan pada harga emas batangan.
Dikutip dari Reuters, harga emas spot naik 0,8 persen menjadi USD 5.176,69 per ons pada pukul 01.01 GMT. Kontrak berjangka emas AS untuk pengiriman April naik 1 persen menjadi USD 5.186,30.
Kurs Dolar AS sedikit melemah, membuat harga emas dalam dolar AS menjadi lebih murah bagi pemegang mata uang lainnya.
Harga emas batangan, yang secara tradisional dipandang sebagai aset save haven yang aman, telah naik sekitar 20 persen sepanjang tahun ini, mencatat rekor tertinggi berturut-turut di tengah meningkatnya ketidakpastian politik dan ekonomi global.
Sementara itu, harga perak spot naik 1,2 persen menjadi USD 84,43 per ons. Harga platinum spot naik 2,1 persen menjadi USD 2.193,65, sedangkan paladium naik 0,5 persen menjadi USD 1.683.
Perang AS-Iran semakin memanas pada Rabu setelah sebuah kapal selam AS menenggelamkan kapal perang Iran di lepas pantai Sri Lanka, menewaskan sedikitnya 80 orang, dan pertahanan udara NATO menghancurkan rudal balistik Iran yang ditembakkan ke arah Turki.
Eskalasi tersebut terjadi ketika putra pemimpin tertinggi Iran yang telah tewas muncul sebagai kandidat terdepan untuk menggantikannya, menunjukkan bahwa Teheran tidak akan menyerah pada tekanan, lima hari setelah AS dan Israel melancarkan kampanye militer yang telah menewaskan ratusan orang dan mengguncang pasar global.
Di sisi lain, Presiden AS Donald Trump pada Rabu secara resmi menominasikan mantan Gubernur Federal Reserve Kevin Warsh untuk menjadi Ketua Bank Aentral AS berikutnya, kata Gedung Putih. Hal itu dinilai membawa Trump selangkah lebih dekat untuk menunjuk seorang kepala The Fed yang pro pemotongan suku bunga.





